Awal musim giling biasanya rendemen berkisar 5,5% sd 6% apalagi kalau curah hujan tinggi seiring dengan berjalannya waktu kemasakan tebu akan semakin matang.
“Mudah-mudahan dengan cuaca yang baik Insya Allah rendemen akan naik dan tentunya akan berpengaruh terhadap kenaikan harga beli tebu oleh PG,” imbuhnya.
PT GMM adalah salah satu pabrik gula yang melaksanakan giling lebih awal daripada PG lainnya. Diketahui per tanggal 08 Mei 2024 baru PG Blora dan PG Madukismo Jogja yang sudah melaksanakan proses giling.
“Salah satu bentuk komitmen kami untuk menyerap tebu petani adalah dengan membuka giling lebih awal agar potensi tebu tidak terserap dapat diminimalisir. Khawatir musim hujan jatuh lebih awal atau kemarau basah seperti tahun 2022,” ungkap Dirops.
Selain skema kenaikan harga tebu berkala, giling lebih awal, PT GMM juga melakukan persiapan mesin yang lebih serius agar tidak ada kendala saat on season.
“Kami optimis hasil tahun ini akan lebih baik karena persiapan pabrik kita juga lebih matang,” jelasnya.
PT GMM memasang target penyerapan tebu 400.000 Ton dan rendemen 8% serta 150 hari giling. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





