Ekbis

PHRI Ungkap Strategi Hotel di Jawa Tengah Tingkatkan Okupansi pada Libur Akhir Tahun

×

PHRI Ungkap Strategi Hotel di Jawa Tengah Tingkatkan Okupansi pada Libur Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Semarang Great Event 2026
Grand Candi Hotel Semarang. (Foto: Dok. Grand Candi Hotel Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah memprediksi okupansi perhotelan akan meningkat. Tepatnya memasuki musim liburan akhir tahun pada Desember 2026 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Jawa Tengah, Albert Dwijaya, di Semarang, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dia bilang, tren okupansi hotel sepanjang 2026 menunjukkan adanya fluktuasi pada semester ke II 2026.

“Kalau bicara dari Agustus ke September, memang rata-rata hunian hotel itu turun. Akan Tetapi Oktober ini mulai terangkat kembali,” kata Albert saat dikonfirmasi Sabtu, 24 Oktober 2026.

BACA JUGA: Jelang Porprov Jawa Tengah 2026, Okupansi Hotel di Kota Semarang Tembus 80 Persen, PHRI Bidik 90 Persen

Meski demikian, dia memperkirakan tingkat hunian hotel pada akhir November berpotensi kembali mengalami penurunan.

PHRI berharap momentum liburan akhir tahun pada Desember 2026 dapat mendorong peningkatan okupansi hotel di Jawa Tengah.

Menurut Albert, periode libur akhir tahun menjadi peluang bagi pelaku usaha perhotelan untuk menarik lebih banyak tamu.

Perlu ada strategi melalui penawaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Hotel Diminta Siapkan Paket Menginap hingga Kuliner

Menghadapi potensi fluktuasi okupansi, Albert mendorong pengusaha hotel menyiapkan program khusus untuk menyambut libur akhir tahun 2026.

Strategi tersebut, kata dia dapat melalui paket menginap dengan perpaduan layanan makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Menurut Albert, pengusaha hotel perlu lebih cermat membaca perilaku konsumen. Terutama karena sebagian tamu saat ini cenderung melakukan pemesanan kamar dalam waktu dekat dengan tanggal menginap.

“Harapannya nanti Desember bagus. Setiap hotel punya program atau menciptakan produk bundling antara menginap dengan F&B,” ucapnya.

BACA JUGA: Meriahkan Semarang Great Event 2026, Grand Candi Hotel Tebar Promo Spesial Menginap hingga Kuliner

Albert bilang, strategi penentuan harga atau pricing strategy juga perlu jadi perhatian untuk menghadapi kebiasaan tamu.

Di mana tamu biasanya melakukan pemesanan secara mendadak atau last-minute booking.

Dengan strategi tersebut, hotel dia harapkan dapat menawarkan produk yang kompetitif. Sekaligus menjaga tingkat hunian di tengah perubahan permintaan pasar.

Pasar Domestik Masih Mendominasi Hotel Semarang

Bersamaan dengan itu, Albert menyebut pasar domestik masih menjadi penyumbang utama tamu hotel di Kota Semarang.

Dia juga melihat adanya peningkatan aktivitas pasar internasional pada semester kedua 2026.

Peningkatan tersebut, menurut Albert, berkaitan dengan perkembangan kawasan industri di Jawa Tengah. Termasuk di Semarang, Kendal, hingga Batang.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Capai Rp110 Triliun hingga Akhir 2026

Albert mengatakan, masuknya investasi dari sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan turut memberikan dampak terhadap aktivitas bisnis dan kebutuhan akomodasi di kawasan tersebut.

“Kalau Semarang tetap masih dominasi pasar domestik. Tetapi memang terasa di semester dua ini banyak peningkatan jumlah industri, terutama dengan berkembangnya kawasan industri sampai Kendal,” katanya.

Albert menilai perkembangan investasi turut membuka peluang bagi sektor perhotelan. Khususnya melalui kebutuhan akomodasi dari pelaku usaha, pekerja, maupun tamu yang berkaitan dengan kegiatan industri.

Albert juga menyebut sepanjang 2026 terdapat perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang memindahkan sebagian aktivitas bisnisnya ke Jawa Tengah, terutama Kota Semarang dan wilayah sekitarnya.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi peluang tambahan bagi industri perhotelan untuk memperluas pasar di luar wisatawan domestik. Sekaligus menjaga permintaan kamar di tengah fluktuasi okupansi menjelang akhir tahun.

PHRI Jateng berharap pengusaha hotel dapat memanfaatkan momentum libur Desember serta pertumbuhan kawasan industri untuk mempertahankan kinerja usaha hingga memasuki 2027. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp