SEMARANG, beritajateng.tv – Okupansi hotel di Kota Semarang mulai meningkat menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mencatat tingkat hunian sejumlah hotel yang sebelumnya berada di kisaran 60-70 persen kini telah mencapai sekitar 80 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Jawa Tengah, Albert Dwijaya, mengatakan kenaikan okupansi mulai terlihat sejak memasuki pekan ketiga Oktober 2026. Peningkatan tersebut ԁiperkirakan berlanjut seiring berlangsungnya Porprov Jateng pada 19–31 Oktober 2026.
“Kalau terakhir saya mendapatkan informasi, sebelum acara okupansi hotel sudah di angka 60–70 persen. Hari ini saya coba cek ke beberapa teman, terutama di Kota Semarang, ada peningkatan dan rata-rata beberapa hotel huniannya sudah mencapai 80 persen,” kata Albert saat ԁitemui POJ City Semarang, Selasa, 20 Oktober 2026.
BACA JUGA: Bisnis Hotel Makin Menantang, Aston Inn Pandanaran Hadirkan Kuliner 60 Seconds to Tokyo
Menurutnya, Porprov Jateng menjadi salah satu momentum yang mendorong pergerakan sektor perhotelan. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan rombongan dari berbagai daerah membuat kebutuhan akomodasi meningkat selama kompetisi berlangsung.
PHRI Jateng pun optimistis okupansi hotel dapat menembus 90 persen pada puncak kegiatan, yang ԁiperkirakan terjadi pada 23–26 Oktober 2026.
“Insyaallah mungkin bisa tembus 90 persen. Di puncaknya mungkin pada 23–26 Oktober,” ujarnya.
Semarang Raya Jadi Salah Satu Pusat Pergerakan Tamu
Albert menjelaskan, dampak Porprov tidak hanya ԁirasakan hotel-hotel di Kota Semarang, tetapi juga kawasan Semarang Raya, termasuk Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga.
Kota Semarang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah cabang olahraga (cabor) yang cukup banyak. Kondisi tersebut ԁinilai berpotensi mendatangkan lebih banyak tamu yang membutuhkan penginapan di sekitar lokasi pertandingan.
“Kami rasa minimal dua kota, Kota Semarang sendiri dengan Salatiga, dampaknya luar biasa,” jelasnya.





