Jateng

Pimpin Apel Hakordia 2025, Wali Kota Salatiga Tegaskan Korupsi Kejahatan Luar Biasa

×

Pimpin Apel Hakordia 2025, Wali Kota Salatiga Tegaskan Korupsi Kejahatan Luar Biasa

Sebarkan artikel ini
Hakordia 2025
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, saat memimpin Apel Luar Biasa Hakordia 2025 di halaman Balai Kota Salatiga, Selasa, 9 Desember 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Pimpin apel luar biasa Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2025, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengajak segenap komponen pemerintahan terus memperkuat nilai integritas.

Sejauh ini, Pemkot Salatiga telah mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat yang mengedepankan semangat serta nilai-nilai integritas.

“Namun capaian ini masih harus ditingkatkan lagi. Agar tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat di Kota Salatiga semakin baik di masa-masa mendatang,” jelasnya, Selasa, 9 Desember 2025.

Robby menjelaskan, capaian integritas Pemkot Salatiga berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2024 sebesar 78,94 atau berada di level terjaga.

BACA JUGA: Festival Sekolah Berintegritas Kabupaten Semarang: Anti Korupsi Harus Masuk Pendidikan Karakter

Demikian halnya dengan indikator Monitoring Center for Ptevention (MCP) yang mencapai 78,5 hingga Kota Salatiga mampu menempati peringkat ke-6 se-Jawa Tengah.

Hal itu menunjukkan bahwa perlu komitmen bersama dari seluruh komponen pemerintaha di lingkungan Pemkot Salatiga untuk terus mendorong peningkatkan integritas dalam hal pelayanan.

“Seperti penerapan e-planning, e-budgeting, e-procurement, e-catalog, serta strategi pengendalian gratifikasi dan sebagainya,” jelas Robby di halaman Balai Kota Salatiga.

Hakordia 2025 bukan sekadar seremoni

Hakordia, lanjutnya, merupakan momentum yang penting untuk memperkuat komitmen bangsa dalam upaya memberantas dan mengentaskan Indoneaia dari berbagai perilaku korupsi.

Menurutnya, pemberantasan dan pencegahan korupsi merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia Maju serta bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, menuju Indonesia Emas 2045.

“Maka ini merupakan tanggung jawab bersama dan yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh stakeholder pemerintahan maupun segenap elemen masyarakat di Kota Salatiga,” tegasnya.

Robby mengistilahkan korupsi sebagai “duri dalam daging” dalam upaya menyejahterakan rakyat. Sehingga, korupsi merupakan masalah bernegara yang sangat serius.

BACA JUGA: Soroti Dugaan Kriminalisasi Kasus Korupsi Sewa Plaza Klaten, OC Kaligis: Sri Mulyani Kebal Hukum?

Dalam konteks negara, korupsi masuk kategori kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Sementara dalam konteks internasional yakni kejahatan lintas-negara (transnational border crime).

Maka, kata dia, Hakordia bukan sekadar seremoni peringatan, tetapi juga momentum untuk menyatukan langkah pencegahan, pendidikan, dan penindakan korupsi.

“Pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama yang harus masif, konsisten, sistematis, dan berkesinambungan,” tandasnya.

Sementara itu, pada apel luar biasa Hakordia ini turut pula Wakil Wali Kota, Nina Agustin, jajaran Forkopimda Kota Salatiga, Pj Sekda beserta asisten, para Kepala OPD dan camat serta para ASN Pemkot Salatiga. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp