BOJONEGORO, beritajateng.tv – PT Pertamina EP (PEP) Cepu Field bergerak sigap menangani kebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Dalam waktu singkat, perbaikan berhasil selesai dan operasional kembali normal.
Kebocoran pada jalur pipa pengumpul produksi (trunkline) tersebut pertama kali terdeteksi pada Minggu, 12 April 2026 oleh tim line checker. Pipa ini berfungsi menyalurkan minyak mentah dari sumur Kawengan menuju fasilitas Main Oil Storage (MOS) Menggung, Cepu.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim produksi langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Mereka tidak hanya memperbaiki titik kebocoran, tetapi juga membersihkan sisa rembesan berupa air asin hasil produksi.
BACA JUGA: Dramatis! Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi ke Grand Final Proliga 2026 Tumbangkan Electric PLN 3-2
Field Manager PEP Cepu Field, Dody Tetra Atmadi, memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat dan tepat. Ia menegaskan bahwa dalam hari yang sama, kondisi pipa sudah kembali normal dan aktivitas operasional migas dapat berjalan seperti biasa.
“Tim kami berhasil mendeteksi dan menangani kerusakan dengan cepat. Di hari yang sama sudah tertangani dan operasi migas kembali normal,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.
Untuk menjaga transparansi dan keamanan, pihak perusahaan juga berkoordinasi dengan Muspika setempat, termasuk Camat Kasiman, Beny Subiakto. Dari hasil koordinasi tersebut, terpastikan tidak ada dampak signifikan terhadap lingkungan maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Selain itu, pihak kecamatan memberikan masukan agar jalur pipa dilengkapi tanda peringatan. Hal ini penting mengingat area sekitar pipa sering dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan berat.
Koordinasi juga dilakukan dengan aparat kepolisian guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali di sekitar lokasi kejadian.
BACA JUGA: Drama Empat Set di Solo, Pertamina Enduro Kukuhkan Diri sebagai Kandidat Juara
Pertamina menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional migas. (*)





