SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar musyawarah cabang (Muscab) di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, dengan membawa perubahan signifikan dalam mekanisme pemilihan ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC).
Ketua DPC PKB Kota Semarang Muh. Mahsun mengatakan, proses seleksi calon ketua tahun ini menggunakan sistem baru yang berbeda dari periode sebelumnya.
Penjaringan kandidat oleh tim khusus yang langsung Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB bentuk.
“Skema kali ini berbeda. Penjaringan oleh tim khusus dari DPP yang berisi 11 orang pengurus DPW. Ini baru pertama kali kita terapkan,” ujar Mahsun di Semarang, Rabu, 15 April 2026.
Menurutnya, musyawarah cabang (Muscab) yang berlangsung pada 15-20 April 2026 tidak hanya membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026. Tetapi juga merumuskan program kerja lima tahun ke depan serta menetapkan bakal calon ketua DPC.
“Agenda utama muscab adalah laporan pertanggungjawaban, penyampaian program ke depan, dan penetapan bakal calon ketua DPC Kota Semarang,” jelasnya.
Mahsun mengungkapkan, selama dua bulan terakhir, tim penjaringan telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kandidat potensial.
BACA JUGA: PKB Kota Semarang Targetkan 8 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang, Petakan Peluang Dapil Perkotaan
Penilaian secara menyeluruh, mulai dari loyalitas, rekam jejak organisasi, hingga jejak digital yang terintegrasi dalam sistem pelaporan ke DPP.
“Nantinya hasil pemetaan akan diumumkan dalam muscab. Kader juga di beri ruang untuk memberikan tanggapan atau mengusulkan nama, tetapi keputusan akhir tetap berada di DPP,” katanya.
Setelah pengumuman nama-nama bakal calon. Tahapan berikutnya adalah uji kelayakan dan kompetensi yang melibatkan pengurus DPW, DPP, hingga kalangan akademisi. Dari proses tersebut, akan mengerucut satu nama yang ditetapkan sebagai ketua DPC.
“Melalui uji kelayakan itu, akan terpilih satu nama yang kemudian penetapannya oleh DPP sebagai ketua. Setelah itu baru penyusunan kepengurusan baru,” jelas Mahsun.




