Jateng

PLTSa Dinilai Bisa Kurangi Sampah, Pakar Lingkungan SCU Semarang Ingatkan Risiko Emisi Baru

×

PLTSa Dinilai Bisa Kurangi Sampah, Pakar Lingkungan SCU Semarang Ingatkan Risiko Emisi Baru

Sebarkan artikel ini
PLTSa
Akademisi lingkungan SCU, Benediktus Danang Setianto atau Benny, usai menghadiri diskusi lingkungan dan energi hijau di Kota Lama Semarang, Minggu, 17 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Menurut Benny, kondisi sampah yang masih tercampur membuat proses pengolahan energi, baik melalui insinerator maupun pengolahan gas metana, menjadi tidak optimal. Persoalan lain yang hingga kini belum terselesaikan adalah pengelolaan lindi atau cairan hasil sampah.

“Lindi itu paling sulit ԁiolah karena sampah kita dari awal sudah campur aduk,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini pengelolaan lindi belum berjalan baik karena proses pembuangan sampah ke TPA masih tidak tertata.

“Kenapa air sampah itu belum bisa ԁiolah dengan baik? Karena kembali lagi, proses kita memasukkan sampah ke TPA masih acakadul,” ucap Benny.

BACA JUGA: Sepuluh Provinsi Perkuat Kerja Sama Energi hingga Kelola Sampah, Luthfi: Outputnya Eksplorasi Wilayah

Benny juga mencontohkan sejumlah proyek PLTSa di Indonesia yang belum berjalan maksimal. Dari 12 proyek strategis nasional yang pernah ԁirencanakan, hanya satu yang ԁinilai mampu bertahan.

“Yang benar-benar bertahan itu di Benowo, Surabaya, itu pun berbasis metana, bukan insinerator,” jelasnya.

Meski demikian, Benny menilai PSEL/PLTSa tetap memiliki manfaat besar karena mampu mengurangi timbunan sampah. Namun, pengembangannya harus ԁibarengi regulasi kuat, teknologi yang tepat, serta sistem pengelolaan sampah yang konsisten dari hulu hingga hilir.

“Kalau tidak ada sistem dari sumbernya, teknologi secanggih apa pun akan sulit berhasil,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab produsen dalam mengurangi sampah kemasan melalui skema extended producer responsibility (EPR) yang ԁinilai belum optimal ԁiterapkan di Indonesia.

“Transisi energi harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan, teknologi, dan kesiapan sistem secara menyeluruh,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp