Olahraga

Polantas Karib Polda Jateng Rangkul Wartawan, Ojol dan Klub Motor, Edukasi Tertib Lalu Lintas Dikemas Lebih Humanis

×

Polantas Karib Polda Jateng Rangkul Wartawan, Ojol dan Klub Motor, Edukasi Tertib Lalu Lintas Dikemas Lebih Humanis

Sebarkan artikel ini
Polantas Karib Polda Jateng Rangkul Wartawan, Ojol dan Klub Motor, Edukasi Tertib Lalu Lintas Dikemas Lebih Humanis
Laga Persahabatan Polantas Karib Polda Jateng dengan Jurnalis FC Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di Jawa Tengah kini tidak hanya mengandalkan penegakan aturan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng memilih pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui program Polantas Karib.

Program Polantas Karib Polda Jateng ini menjadi ruang kolaborasi antara polisi lalu lintas dengan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari wartawan, pengemudi ojek online (ojol), klub motor, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Melalui pendekatan tersebut, pesan keselamatan berlalu lintas harapannya tidak berhenti di ruang sosialisasi formal. Edukasi juga melalui interaksi langsung, olahraga, kegiatan komunitas, hingga berbagai aktivitas kebersamaan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Maesa Soegriwo mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan edukasi lalu lintas.

“Kami mengajak teman-teman wartawan, ojol, organisasi dan klub motor untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat. Selain kegiatan olahraga dan kebersamaan, kami juga menitipkan pesan-pesan informasi tentang lalu lintas,” ujar Maesa.

Menurut Maesa, komunitas memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng ingin menjadikan berbagai komunitas sebagai mitra dalam menyebarkan pesan keselamatan berkendara.

BACA JUGA: Tiba Tiba Badminton 2025, Cara Jurnalis Semarang Jaga Kekompakan

Wartawan, misalnya, memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sementara pengemudi ojol dan klub motor sehari-hari bersentuhan langsung dengan aktivitas lalu lintas di jalan raya.

Kolaborasi tersebut harapannya membuat pesan mengenai keselamatan berkendara menjadi lebih mudah di terima. Karena penyampaiannya melalui lingkungan dan komunitas yang sudah dekat dengan masyarakat.

“Tujuan kami agar masyarakat semakin dekat dengan polisi lalu lintas. Kami ingin mengedukasi semua golongan dan organisasi. Termasuk teman-teman pengendara motor serta ojol, khususnya terkait budaya lalu lintas di Jawa Tengah,” tegas Maesa.

Salah satu hal yang menarik dari konsep Polantas Karib adalah cara penyampaian edukasi. Pesan tertib berlalu lintas tidak selalu dalam bentuk sosialisasi formal. Tetapi dapat menyisipkannya dalam kegiatan yang lebih santai dan interaktif.

Kegiatan olahraga menjadi salah satu sarana untuk membangun komunikasi antara polisi dan masyarakat.

Menurut Maesa, suasana yang cair dapat membuat komunikasi berlangsung lebih terbuka. Polisi pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan berbagai pesan keselamatan kepada masyarakat tanpa menciptakan jarak.

“Insyaallah nanti bisa seminggu sekali. Karena kami juga bermain bola, kegiatan seperti ini kami gunakan untuk berkumpul sekaligus mengedukasi teman-teman semua,” katanya.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah pola komunikasi kepolisian agar semakin humanis dan dekat dengan masyarakat.

Ditlantas Polda Jateng sebelumnya telah menjalankan sejumlah kegiatan bersama berbagai elemen masyarakat. Ke depan, pola kolaborasi tersebut akan di perkuat melalui Polantas Karib.

Bukan hanya komunitas otomotif, ruang kolaborasi juga terbuka bagi organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), kelompok pemuda dan berbagai komunitas lainnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp