Ia berdalih menetapkan tarif tinggi karena mengikuti kebiasaan rekan sesama jukir, di tambah kondisi saat itu sedang hujan. Susanto mengaku baru beberapa hari bekerja sebagai juru parkir di lokasi tersebut.
“Saya baru lima hari di situ. Waktu itu hujan, jadi saya ambil Rp40 ribu. Ini untuk tambahan kebutuhan keluarga,” katanya. (*)
Editor: Elly Amaliyah




