Fenomena ini mengingatkan pada langkah yang telah Pemerintah lakukan di Jakarta. Pemerintah setempat menggencarkan penangkapan ikan sapu-sapu secara masif sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sungai.
Gerakan tersebut bahkan melibatkan sejumlah tokoh publik seperti Pramono Anung dan Deddy Suryadi, serta mendapat perhatian luas di media sosial melalui aksi konten kreator Arief Kamarudin.
Namun hingga kini, upaya serupa belum terlihat masif di Semarang. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan kajian dan langkah konkret untuk mengendalikan populasi ikan invasif tersebut.
“Harapannya ada pengecekan langsung dari pemerintah. Jangan sampai terlambat, karena dampaknya bisa lebih besar ke depan,” kata Rachman.
Dengan meningkatnya populasi ikan sapu-sapu, perhatian terhadap kelestarian ekosistem sungai di Semarang menjadi semakin penting.
Tanpa pengendalian yang tepat, spesies invasif ini berpotensi menggeser keberadaan ikan lokal dan mengganggu keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang. (*)
Editor: Elly Amaliyah




