SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang menunjukkan bagaimana kekuatan perempuan mampu memberi dampak nyata hingga diakui dunia.
Peran ribuan kader Posyandu di kota Semarang menjadi sorotan internasional sebagai contoh keberhasilan pemberdayaan berbasis komunitas.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut kontribusi perempuan tidak hanya terasa di tingkat lokal, tetapi juga mendapat perhatian global. Hal itu ia sampaikan saat berbagi pengalaman usai memenuhi undangan akademisi di Amerika Serikat.
“Ketika saya di undang di California State University, mereka sangat mengapresiasi bagaimana kader Posyandu di Semarang mampu menjaga kesehatan masyarakat di lingkungannya,” ujarnya di Balai Kota, Kamis 23 April 2026.
BACA JUGA: Gratis Naik Trans Semarang 1-5 Mei 2026, Promo Spesial HUT Kota Semarang
Menurut Agustina, praktik Posyandu di Semarang menurutnya sebagai contoh nyata tanggung jawab sosial yang tumbuh dari masyarakat, khususnya perempuan. Saat ini, sekitar 16 ribu kader Posyandu aktif menjalankan peran tersebut secara sukarela.
“Mereka bukan pegawai pemerintah, tetapi relawan yang bekerja dengan kepedulian tinggi. Ini yang membuat dunia melihatnya sebagai praktik baik yang bisa ditiru,” jelasnya.
Tak hanya di sektor kesehatan, kiprah perempuan juga terlihat dalam gerakan lingkungan. Program Semarang Wegah Nyampah yang di gerakkan kader PKK dan komunitas bank sampah mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga miliaran rupiah.
Pemerintah Kota Semarang juga memperkuat peran perempuan melalui pembentukan 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
Program ini menjadikan kelurahan sebagai garda terdepan dalam perlindungan sekaligus pemberdayaan perempuan dan anak.
“Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek utama perubahan. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat, masyarakat tangguh, dan kota akan semakin maju,” tegas Agustina.
Momentum peringatan Hari Kartini tahun ini semakin menegaskan bahwa peran perempuan di Semarang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menginspirasi di tingkat global.
Pemerintah kota pun terus mendorong perempuan untuk berani mengambil peran, meningkatkan kapasitas diri, serta memperluas kontribusi di berbagai bidang kehidupan. (*)
Editor: Elly Amaliyah




