Pemain-pemain muda seperti Dawuda dan Imam telah menunjukkan peran pentingnya. Bila mereka mampu memperkuat konsistensi di service dan serangan cepat dari posisi 6 (backattack), peluang itu terbuka lebar.
Di sisi lain, Thailand memiliki stabilitas performa dan semangat pantang menyerah. Arli Upakam terbukti tajam, dan performa mereka melawan Kanada menunjukkan daya tahan fisik dan mental.
Indonesia harus menghadang dengan formasi blok yang solid serta menekan balik lewat tekanan servis dan serangan variatif.
BACA JUGA: Kebanggaan Baru di Sepak Bola Nasional, Empat Pemain Diaspora Indonesia Kini Sah Jadi WNI
Tim voli putra U21 Indonesia punya kans besar meraih kemenangan bila mampu menyeimbangkan blocking yang lebih bagus, mengurangi kesalahan sendiri, dan menjaga komunikasi di lapangan. Jika mental tetap tinggi dan solidaritas tim terjaga, maka kemenangan di tangan bisa diraih.
50% kemungkinan kemenangan untuk Indonesia, dan 50% untuk Thailand. Artinya, pertarungan akan berjalan seimbang, penuh tensi, dan bisa jadi ditentukan oleh satu momentum.
Melihat performa terakhir, Thailand punya sedikit keunggulan atmosfer karena sempat tampil apik, terutama saat menghadapi Kanada dan Colombia. Namun, Indonesia juga menunjukkan determinasi luar biasa saat berhadapan dengan Brasil. Semangat juang tak pernah pudar.
Terlepas dari hasil, yang paling penting adalah bukti bahwa tim Indonesia siap berjuang sampai titik akhir. Performa menghadapi tim-tim kuat seperti Brasil dan Thailand akan jadi aset berharga untuk pembinaan ke depan.
Semoga tim muda ini kembali dengan pengalaman bagai berlian yang memperkaya perjalanan pengembangan voli nasional. (*)