SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perhubungan Kota Semarang berencana menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama selama pelaksanaan Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang (PPLHS) 2025.
Kebijakan ini untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara peringatan pertempuran lima hari di Semarang. Kegiatan akan berlangsung di kawasan Tugu Muda dan Museum Mandala Bhakti, Selasa, 14 Oktober 2025 mulai pukul 18.00 WIB.
Kadishub Kota Semarang, Kusnandir, melalui pengumuman resmi di akun @dishubkotasmg, menyampaikan bahwa penutupan jalan akan mulai sejak pukul 17.00 WIB hingga acara selesai.
Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Mgr. Soegijopranoto, Jalan Dr. Soetomo, Jalan Pandanaran, dan Jalan Pemuda.
Selain untuk pelaksanaan utama, pengalihan arus juga akan dilakukan sehari sebelumnya pada Senin, 13 Oktober 2025, saat gladi bersih berlangsung di lokasi yang sama.
BACA JUGA: Peringatan Pertempuran Lima Hari Semarang 2025 Lebih Meriah, Ada Teatrikal Diiringi Orkestra dan Kembang Api
Petugas Dinas Perhubungan akan berjaga di berbagai titik untuk mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengguna jalan agar tidak terjadi kemacetan.
Untuk memudahkan masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian acara. Dinas Perhubunban telah menyiapkan beberapa kantong parkir resmi di sekitar area Tugu Muda.
Lokasi parkir tersebut berada di Pasar Bulu, Kampus Udinus, Gereja Katedral, dan deretan ruko di kawasan Jalan Pandanaran.
“Penonton di imbau untuk menggunakan area parkir yang telah tersedia dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kami ingin memastikan kegiatan ini berlangsung lancar, aman, dan tetap tertib,” ujar Kadishub Kota Semarang, Kusnandir.
Pemerintah Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk datang lebih awal agar tidak terjebak kemacetan menjelang acara mulai. Warga yang tidak berkepentingan di sekitar kawasan Tugu Muda di imbau untuk menggunakan jalur alternatif selama penutupan jalan berlangsung.
Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang tahun ini rencananya berlangsung meriah dengan pertunjukan teatrikal kolosal. Tentunya dengan kolaborasi orkestra dan tari, serta pesta kembang api di akhir acara.





