SEMARANG, beritajateng.tv – Insiden kecelakaan yang diduga merupakan upaya percobaan bunuh diri terjadi Jalur Padi Raya arah Terminal Terboyo Semarang, Minggu pagi, 11 Januari 2026.
Seorang pria tanpa identitas menabrakkan diri ke armada Bus Rapid Transit Trans Semarang bernomor 7.019 yang tengah melaju pelan pada trip ke-3.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.02 WIB. Berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTV di dalam armada Trans Semarang, pria tersebut terlihat berdiri di sisi kiri jalan.
Saat bus melintas, pria itu justru berlari ke arah kendaraan dan melompat hingga membentur bagian depan bus.
Aksi mendadak tersebut membuat penumpang dan kru bus panik. Sopir langsung menghentikan kendaraan, sementara petugas operasional segera memberikan pertolongan awal dan menghubungi aparat terkait.
BACA JUGA: Trans Semarang Siap Hadirkan 25 Armada Bus Listrik Tahun Depan, Dewan: Kami Dukung Penuh
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menyayangkan kejadian yang terjadi di luar kendali kru bus dan menegaskan bahwa pihaknya bersikap kooperatif dalam penanganan kasus ini.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Seluruh proses penanganan kami serahkan kepada pihak kepolisian. Yang terpenting saat ini adalah korban mendapatkan penanganan medis sebaik mungkin,” ujar Haris saat beritajateng.tv menghubungi via phone.
Korban kemudian pihaknya evakuasi menggunakan ambulans langsung ke Rumah Sakit Sultan Agung dengan pendampingan petugas Trans Semarang serta kepolisian. Hingga berita ini ditulis, identitas pria tersebut belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran oleh aparat.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif serta kondisi kejiwaan korban.
Dugaan awal mengarah pada percobaan bunuh diri, namun aparat belum menyampaikan kesimpulan resmi.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, Haris memastikan layanan Trans Semarang tetap berjalan normal.
Armada yang terlibat insiden langsung menjalani pemeriksaan, sementara penumpang di alihkan agar perjalanan tetap aman dan lancar.
“Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Keselamatan penumpang dan kru tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya. (*)





