SEMARANG, beritajateng.tv – Kuda pacu Princess Gavi asal Jawa Barat tampil sebagai yang tercepat dan berhak membawa pulang gelar bergengsi Piala Raja Mangkunegaran pada ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 tahun 2026.
Tak kurang dari 30 ribu penonton memadati Arena Pacuan Kuda Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Mereka beramai-ramai menyaksikan gelaran pacuan kuda nasional yang berlangsung pada Minggu 10 Mei 2026 tersebut.
Princess Gavi sukses menjuarai lomba Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter dan menjadi sorotan utama pada penyelenggaraan perdana Piala Raja Mangkunegaran.
Sementara itu, kuda Saga Serumpun asal Sumatera Barat juga mencuri perhatian setelah berhasil memenangi race Kelas 3 Tahun Derby 1.600 meter sekaligus meraih gelar Triple Crown Serie 2.
BACA JUGA: Vakum Seabad Lebih, Pacuan Kuda Piala Raja Mangkunegaran Kembali Ꭰigelar di Tegalwaton Semarang
Kemenangan Saga Serumpun membuat persaingan perebutan Triple Crown Indonesia semakin ketat dan belum menghasilkan juara mutlak. Sebab pada Triple Crown Serie 1 sebelumnya di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, gelar juara ԁiraih kuda Maxi of Khalim asal Jawa Barat.
Dalam balapan kali ini, Saga Serumpun sukses mengungguli Maxi of Khalim dan membuka peluang perebutan gelar Triple Crown hingga seri berikutnya.
Secara keseluruhan, IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 menghadirkan total hadiah mencapai Rp600 juta. Dengan sebanyak 54 kuda berhasil naik podium.
BHM Stable asal Kalimantan Selatan menjadi kontingen paling dominan dengan koleksi tujuh podium kemenangan. Ꭰisusul King Halim Stable dari Jawa Barat dengan enam podium serta Eclipse Stable asal Jawa Tengah yang meraih lima podium.
Sementara pada kategori joki, Jemmy Runtu, Meikel Soleran dan Trully Pantouw tercatat sebagai joki tersukses dengan masing-masing mengoleksi empat kemenangan podium.
IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 sebagai Sportainment Experience
Managing Ꭰirector SARGA GROUP, Nugdha Achadie mengatakan, melalui ajang IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2, pihaknya ingin menghadirkan pacuan kuda sebagai sebuah sportainment experience.
“Kami ingin memadukan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern. Sehingga olahraga berkuda semakin menarik bagi generasi muda dan audiens yang lebih luas,” jelasnya.
BACA JUGA: Pecah! Seri Pacuan Kuda Jateng Derby 2026 di Tegalwaton Banjir Peserta, Penonton Tembus 25 Ribu
Sementara itu, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X menegaskan, Piala Mangkunegaran merupakan bentuk komitmen untuk menjaga sekaligus merayakan olahraga berkuda sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
“Kami berharap Piala Mangkunegaran terus berkembang menjadi ruang pertemuan budaya, prestasi, wisata, dan generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Djojohadikusumo menambahkan, PP Pordasi memiliki program memperbanyak penyelenggaraan Piala Raja untuk meningkatkan gengsi sekaligus memperkuat unsur budaya dalam olahraga pacuan kuda nasional. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





