SEMARANG, beritajateng.tv – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah terus memperkuat pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Komitmen itu terwujud melalui gelaran UMKM Grande 2026 yang berlangsung di Atrium Mal Paragon Semarang pada 7–11 Mei 2026.
Pameran ini menghadirkan 90 pelaku UMKM unggulan dari berbagai sektor, mulai dari produk wastra, kriya, kuliner, hingga produk kreatif lainnya.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan produk wastra dan kriya asal Jawa Tengah memiliki daya tarik besar di pasar nasional maupun internasional karena merepresentasikan identitas budaya Nusantara.
“Produk-produk UMKM kita memiliki potensi luar biasa. Produk wastra dan kriya bukan hanya produk ekonomi, tetapi juga representasi kekayaan budaya Indonesia yang pasar global minati,” ujar Andi.
Meski demikian, ia mengakui pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif. Karena itu, inovasi dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting agar UMKM tetap berkembang.
Menurutnya, UMKM Grande 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan nyata Bank Indonesia dalam membantu pelaku usaha naik kelas melalui promosi, edukasi, hingga perluasan akses pasar.
“Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan UMKM. Kami tidak berjalan sendiri, tetapi berkolaborasi dengan Dekranasda dan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem UMKM,” katanya.
Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor membutuhkan proses panjang dan pendampingan yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, Dekranasda bersama BI Jawa Tengah terus melakukan kurasi produk, pelatihan, hingga pendampingan dari hulu ke hilir agar kualitas produk UMKM semakin kompetitif.
BACA JUGA: Grand Luxcamp Rice Terrace Pangandaran by Horison Resmi Dibuka, Tawarkan Sensasi Glamping Mewah di Tengah Sawah
“Kami bersama Bank Indonesia terus melakukan kurasi dan pendampingan. Setelah itu, pelaku UMKM juga diberikan akses permodalan dan digitalisasi agar mampu berkembang lebih luas,” ujar Nawal.
Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen itu menambahkan, sektor kerajinan Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, nilai ekspor kerajinan tercatat mencapai 429,68 juta dolar AS dengan produk unggulan berupa kerajinan kayu, anyaman, dan produk berbasis kertas.
Selain itu, dukungan pembiayaan terhadap UMKM di Jawa Tengah juga terus meningkat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Penyaluran KUR di Jawa Tengah hingga saat ini mencapai Rp361,36 triliun dengan total 10,31 juta debitur. Angka ini menjadi yang terbesar secara nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil, menilai tingginya antusiasme pengunjung UMKM Grande 2026 menjadi sinyal positif bahwa produk lokal semakin masyarakat minati.
Ia menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas agar produk UMKM mampu bersaing dan dterima di pasar internasional.
“Pameran ini mendorong pelaku UMKM semakin percaya diri untuk naik kelas. Dengan inovasi dan kreativitas, produk UMKM Indonesia bisa diterima pasar yang lebih luas, termasuk mancanegara,” katanya.
Selain pameran produk, UMKM Grande 2026 juga menghadirkan agenda business matching dengan calon pembeli dari luar negeri, talkshow. Hingga peragaan busana wastra Nusantara sebagai upaya memperluas pasar dan memperkuat branding produk lokal. (*)





