Jateng

Program Bedah Rumah Semarang Berlanjut, Disperkim Usulkan Perbaikan 472 RTLH Tahap 2 2026

×

Program Bedah Rumah Semarang Berlanjut, Disperkim Usulkan Perbaikan 472 RTLH Tahap 2 2026

Sebarkan artikel ini
Program Bedah Rumah Semarang Berlanjut, Disperkim Usulkan Perbaikan 472 RTLH Tahap 2 2026
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mengusulkan perbaikan 472 titik rumah tidak layak huni (RTLH) tahap kedua di tahun 2026.

Kadisperkim Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, usulan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

“Pada tahap pertama ada 105 titik yang sudah mendapat persetujuan dari Ibu Wali Kota. Saat ini proses pembangunan sedang berjalan, bahkan beberapa rumah sudah selesai dikerjakan. Untuk tahap kedua, kami mengusulkan 472 titik dan masih menunggu persetujuan,” kata Pipie, sapaan akrabnya.

Pipie menjelaskan, program RTLH tidak hanya menyasar warga dengan kondisi rumah yang tidak layak huni. Tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan perbaikan tempat tinggal.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Targetkan 920 RTLH Rampung Tahun 2025 Ini 

“Beberapa korban bencana juga kami bantu melalui program RTLH Semarang. Agar mereka dapat kembali menempati rumah yang lebih aman dan layak,” ujarnya.

Menurut Pipie, pelaksanaan program RTLH tahun 2026 mencakup seluruh wilayah Kota Semarang yang tersebar di 16 kecamatan.

Meski sebaran penerima bantuan relatif merata, sejumlah wilayah tercatat memiliki jumlah usulan yang cukup tinggi.

“RTLH tersebar di berbagai kecamatan. Namun jumlah usulan cukup banyak berasal dari Semarang Barat, Semarang Timur, Tembalang, Banyumanik, Ngaliyan, dan Mijen,” jelasnya.

Hingga saat ini, pembangunan RTLH tahap pertama masih berlangsung di lapangan. Dari total 105 rumah yang telah mendapatkan persetujuan, beberapa unit telah rampung pengerjaan, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan.

Pipie optimistis program tersebut dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kawasan permukiman tidak layak di Kota Semarang.

“Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap proses persetujuan tahap kedua dapat segera selesai sehingga penanganan RTLH bisa terus berjalan,” katanya.

Jika usulan 472 titik tahap kedua disetujui, jumlah rumah yang mendapatkan bantuan perbaikan sepanjang 2026 akan meningkat signifikan.

Saat ini, pemerintah masih menunggu proses persetujuan sebelum pelaksanaan tahap kedua dapat mulai. “Bu Wali Kota sudah mengakses 105 titik RTLH di Kota Semarang. Pembangunan lagi proses berlangsung,” imbuhnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp