Tak hanya program makan siang gratis yang ia soroti. Cawapres nomor urut 01 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut akan membangun 40 kota setara Jakarta pun tak luput mendapat kritik dari legislator itu.
“Kalau dari Mister 01, membangun 40 kota setara dengan Kota Jakarta bagaimana ceritanya? Membuat kota itu perlu desain, kotanya yang sudah ada kita kembangkan. Loh itu kenapa Jakarta yang krodit tidak bisa kita perbaiki?,” bebernya.
Sama dengan kritik yang ia lontarkan pada program Prabowo-Gibran, bagi Pacul, ide Cak Imin pun harus ada riset yang mendalam. Alasannya, dana Rp 400 triliun yang akan turun untuk pembangunan 40 kota setara Jakarta itu tak boleh terpakai begitu saja.
“Berapa tahun dibutuhkan itu? bagaimana risetnya? Jangan ngawur dong. Rp 400 triliun nanti yang dipakai bangun 40 kota itu uang siapa? Kalau pakai APBN itu jelas uang pajak kita, kita perlu cermati. Riset harus menjadi basis kita, jangan fast track, membangun bangsa dan negara kok fast track itu gimana?,” ujar Bambang Pacul.
Debat cawapres, bahasa Mahfud MD terlalu akademis
Lebih lanjut politisi asal Sukoharjo tersebut juga mengomentari pakaian adat Madura Mahfud MD sebagai cawapres Ganjar Pranowo. Menurutnya, itu cara pendekatan Mahfud kepada warga Madura.
“Pak Mahfud tampilan fisiknya menunjukkan asal beliau dari Madura. Itu mau membuat bonding dengan kawan Madura disana, dan menunjukkan ‘ini aku ada anak bangsa suku dari dikau, Bangsa Indonesia juga. Aku sebagai wapres tidak malu pakai pakaianmu,” terangnya.
BACA JUGA: Putusan MKMK Resmi Copot Ketua MK Anwar Usman, Begini Tanggapan Bambang Pacul





