Kasus terbaru muncul di Banggai Kepulauan, disusul Garut, Tasikmalaya, hingga Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Tak hanya itu, muncul pula isu instruksi agar kasus keracunan MBG tidak dipublikasikan, serta dugaan ribuan dapur fiktif dalam pelaksanaan program ini.
Ironisnya, serapan anggaran MBG hingga September 2025 baru mencapai Rp13,2 triliun atau 18,6 persen dari total alokasi Rp71 triliun, meski pemerintah mengklaim program ini sudah berjalan di 38 provinsi dengan penerima manfaat 22 juta siswa. (*)





