HeadlineJateng

Program RTLH Ganjar Pranowo Senilai Rp 750 Juta di Rembang Ditagih Warga

×

Program RTLH Ganjar Pranowo Senilai Rp 750 Juta di Rembang Ditagih Warga

Sebarkan artikel ini
Program RTLH Ganjar Pranowo
Penyerahan simbolis program RTLH Ganjar Pranowo Gubernur Jateng yang sejak 2019 berlalu namun tak kunjung terealisasi hingga warga Rembang protes pada Minggu 8 Juli 2023. (Hery P/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Warga di Kabupaten Rembang tagih program RTLH Ganjar Pranowo yang ia janjikan sejak 2019 lalu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo empat tahun lalu tepatnya pada Desember 2019. Sempat menjanjikan warga Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang program rehabilitasi Rumah tak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 750 juta.

Program ini rencananya akan di gelontorkan melalui CSR Bank Jateng. Kala itu program RTLH Ganjar Pranowo secara simbolis di berikan secara langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dengan nominal bantuan Rp 15 juta per rumah.

Namun kenyataannya hingga saat ini, janji manis itu tidak kunjung datang. Sejumlah wargapun merasa kecewa dan menagih janji kapan program itu bisa terealisasi.

“Dulu pernah satu kali waktu pak Ganjar sendiri datang kesini. Tapi selanjutnya gak ada lagi sampai sekarang”, kata Arif Sunardi salah satu warga yang terdaftar dalam program RTLH, Minggu 8 Juli 2023.

Waktu itu, Ganjar Pranowo datang ke Rembang dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN). Berlanjut dengan peletakan batu pertama pembangunan RTLH di Desa tersebut.

Warga Tagih Program RTLH Ganjar Pranowo

“Kalau gak salah dulu itu dapat 15 juta rupiah per rumah. Ada 50 rumah”, ungkapnya.

Ia mengaku belum pernah menanyakan hal itu kesiapapun. Warga hanya bisa menunggu dan menunggu program dari Jawa Tengah itu bisa terealisasi.

“Di bilang kecewa yo kecewa, cuma katanya dulu kan terus ada Corona, kita yo maklum. Tapi setelah pandemi ini kok Sampai sekarang gak ada kabar, gak ada berita, gak ada penjelasan”, ungkapnya.

Warga berharap kalau janji itu jangan asal janji, harus di tepati, karena sudah menanti selama empat tahun tidak ada kejelasan.

“Kalau saya, kalau bisa janji itu harus di tepati. Jangan hanya di PHPin kalau orang sekarang ngomong. Jangan hanya janji manis tok habis itu gak ada tidak lanjutnya “, tuturnya.