SOLO, beritajateng.tv – Atmosfer panas dipastikan menyelimuti GOR Sritex Arena Solo dalam lanjutan Final Four Proliga 2026, Kamis (9/4/2026).
Laga antara Jakarta LavAni Livin’ Transmedia melawan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi bakal menjadi duel hidup mati yang menentukan juara putaran pertama sektor putra.
Kedua tim datang dengan catatan sempurna setelah sama-sama belum terkalahkan pada seri pembuka di Surabaya. Pertemuan ini sekaligus menjadi tolok ukur kekuatan jelang perebutan tiket final.
Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan, menegaskan pentingnya seri Solo dalam menentukan arah persaingan.
“Solo selalu menghadirkan atmosfer voli yang luar biasa. Di sini mental juara benar-benar di uji karena poin yang akan sangat menentukan langkah ke final di Yogyakarta,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, sistem tiket tetap menggunakan platform digital untuk memberikan kenyamanan sekaligus mengantisipasi lonjakan penonton yang di prediksi tinggi.
Di sektor putra, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia membawa kekuatan baru dengan kehadiran opposite asal Jerman, Georg Grozer. Pemain berpengalaman ini diharapkan menjadi pembeda dalam laga krusial di Solo.
Perwakilan manajemen LavAni, John Zulfikar, menegaskan timnya membidik kemenangan.
“Kami tidak boleh lengah. Evaluasi dari Surabaya sudah dilakukan, dan di Solo kami ingin mengunci tiket final lebih cepat,” katanya.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap Proliga 2026 Final Four Round 2 Pekan Ini di Solo: Duel Sengit Delapan Tim Menuju Grand Final
Sementara itu, Jakarta Bhayangkara Presisi tetap tampil tenang menghadapi tekanan. Perwakilan tim, Dwi Cahyo, memastikan kondisi skuad dalam keadaan optimal.
“Fisik pemain prima. Kami fokus menjaga rotasi agar stamina tetap terjaga di jadwal padat ini,” ujarnya.
Tim lain seperti Surabaya Samator juga siap memberi kejutan. Manajer Hadi Sampurno menyebut para pemain muda semakin matang menghadapi tekanan.
“Anak-anak sudah belajar banyak di Surabaya. Di Solo kami akan bermain lebih lepas, meski ada satu pemain cedera,” ungkapnya.
Dari Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto menyebut adaptasi tim berjalan positif.





