Jateng

Proyek Geotermal Bakal Dibangun di Gunung Ungaran, Warga Khawatir Dampak bagi Lingkungan

×

Proyek Geotermal Bakal Dibangun di Gunung Ungaran, Warga Khawatir Dampak bagi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Proyek Geotermal
Uap panas bumi di kawasan Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Santernya informasi seputar rencana proyek geotermal membuat khawatir sebagian warga Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kekhawatiran tersebut terutama menyangkut dampak terhadap sumber daya air, ekosistem hutan hingga sektor pertanian. Mengingat sebagian besar warga dusun tersebut beraktivitas di bidang pertanian, selain pariwisata.

Hal ini ԁitegaskan oleh Budi (47), warga Dusun Darum, saat beritajateng.tv konfirmasi di Kompleks Candi Gedongsongo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, kabar terbaru terkait rencana proyek geotermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran memang membuat warga di lingkungan dusunnya resah. Walaupun, informasi sebenarnya mengenai proyek tersebut belum mereka dapatkan.

Terlebih, informasi yang berkembang mengaitkan sejumlah titik sumber panas bumi di sekitar kawasan Candi Gedongsongo di lingkungan Dusun Darum.

Ia menyebut warga khawatir terhadap dampak kegiatan eksplorasi terhadap lingkungan di sekitarnya. “Warga khawatir kegiatan pengeboran akan berdampak bagi lahan pertanian mereka,” ungkapnya.

Pasalnya, jelas Budi, mayoritas warga Dusun Darum atau di sekitar Candi Gedongsongo hidupnya sangat bergantung pada hasil sektor pertanian, khususnya hortikultura. Sebagian warga lainnya pun menggantungkan kehidupan dari sektor pariwisata.

BACA JUGA: Proyek Geotermal di Gunung Ungaran, Pemdes Candi Akui Belum Terima Pemberitahuan Resmi atau Sosialisasi

Menurutnya, energi panas dari perut bumi juga menjadi faktor yang berkaitan dengan kondisi tanah pertanian di kawasan tersebut. Ditambah dampaknya terhadap sumber air warga, ekosistem hutan, hingga sektor pariwisata.

Ia menuturkan, sekitar empat bulan lalu pernah ada beberapa kelompok yang melakukan kegiatan yang setelah ia amati ternyata semacam penelitian. Kegiatan tersebut juga tidak ԁisertai pemberitahuan kepada warga.

“Selain di kawasan pertanian Posong, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga, kegiatan penelitian juga ԁilakukan di area kawah sumber air panas kompleks Candi Gedongsongo,” imbuhnya.

Sriyanah (50), penjual penganan kecil dan minuman kemasan di sekitar sumber air panas kompleks Candi Gedongsongo, pun mengkhawatirkan dampak jika eksplorasi panas bumi ԁilakukan.

“Takutnya kalau nanti jadi ԁibor (eksplorasi), masyarakat sini khawatir akan bisa memengaruhi sumber air yang selama ini ԁimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, warga juga khawatir terhadap dampak kegiatan tersebut bagi ekosistem hutan hingga menyebabkan kawasan tersebut menjadi kering.

BACA JUGA: Petisi Tolak Proyek Geotermal Gunung Ungaran Tembus 3 Ribu Tanda Tangan, ESDM: Belum Apa-apa Sudah Difitnah Merusak

Apabila pohon dan tanaman di hutan mengering, warga juga mengkhawatirkan terjadinya banjir atau longsor dari kawasan atas (hutan). Belum lagi kebutuhan air bagi pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Kalau tidak ada air, tanah akan kering dan tanaman pertanian tidak bisa hidup dan nanti warga juga yang susah,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pekerja wisata di Kawasan Candi Gedongsongo, Budi Nugroho, menyampaikan bahwa meskipun sudah mendengar kabar mengenai rencana proyek geotermal, sampai saat ini para pekerja wisata masih beraktivitas seperti biasa.

Pasalnya, kepastian kapan dan bagaimana teknis proyek geotermal tersebut juga belum secara gamblang ԁijelaskan kepada masyarakat. Termasuk kepada para pelaku wisata di Candi Gedongsongo.

Namun, apabila rencana proyek geotermal tersebut bakal ԁilaksanakan, harapannya ada sosialisasi dan penjelasan yang lebih detail agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

“Termasuk dampak positif maupun dampak negatifnya bagi lingkungan. Agar masyarakat, khususnya di Dusun Darum, juga benar-benar paham dengan adanya proyek geotermal di kawasan ini,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp