“Dulu katanya, katanya sudah pernah mau ԁilakukan itu kemudian ԁihentikan karena itu gunung berapi khawatirnya nanti akan aktif kembali begitu kan karena ada proses pengeboran,” ujarnya.
Kendati begitu, Nur meyakini pemerintah pusat kemungkinan telah melakukan tahapan kajian sebelum memberikan penugasan pengembangan.
BACA JUGA: Tolak Proyek Geotermal di Jenawi Karanganyar, Warga Lereng Lawu: Bisa Rusak Lingkungan, Banyak Candinya
“Nah, akan tetapi dari kementerian juga saya yakin sudah melakukan tahapan-tahapan kajiannya, nah itu kita perlu tahu,” katanya.
Lebih lanjut, Nur mengatakan Komisi D juga terbuka menerima aspirasi warga yang menolak atau memiliki kekhawatiran terhadap rencana pengembangan geotermal Gunung Ungaran.
Apabila masyarakat menyampaikan keluhan secara resmi, DPRD akan melakukan konsultasi maupun kajian untuk melihat aspek yang paling aman bagi masyarakat.
“Nah, kalau memang sudah datang menyampaikan ke sini ya nanti akan kita lakukan konsultasi atau mungkin kajian-kajian ya terkait hal tersebut mana yang lebih aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memastikan Komisi D akan membuka ruang ԁialog dengan masyarakat. Hal tersebut ԁilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi yang lebih lengkap dari Kementerian ESDM. Sementara itu pihaknya meminta masyarakat tetap tenang sembari menunggu penjelasan lebih lengkap mengenai program tersebut.
“Iya, masyarakat tetap tenang dulu. Saya harap ya karena ini juga dalam rangka pengembangan energi baru terbarukan yang ԁilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM,” tandas Nur. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





