Jateng

PSEL Semarang Raya Dilirik 80 Investor, Site Visit Segera Digelar

×

PSEL Semarang Raya Dilirik 80 Investor, Site Visit Segera Digelar

Sebarkan artikel ini
PSEL Semarang Raya Dilirik 80 Investor, Site Visit Segera Digelar
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Semarang Raya terus menunjukkan perkembangan positif dan mulai dilirik 80 investor.

Setelah memasuki tahap market sounding atau penjajakan pasar, proyek strategis di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang itu berhasil menarik minat puluhan investor dari dalam maupun luar negeri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, menyebut, dari informasi yang pihaknya terima. Ada sekitar 80 investor tertarik mengikuti proyek PSEL Semarang Raya pada tahap penjajakan pasar.

“Market sounding sudah selesai berjalan. Dari informasi terakhir yang kami terima, ada sekitar 80 investor yang berminat pada batch kedua ini. Tidak hanya untuk Semarang Raya, tetapi juga beberapa proyek serupa di daerah lain. Dalam waktu dekat para investor rencananya melakukan site visit,” ujar Glory.

Menurut Glory, kunjungan lapangan atau site visit menjadi tahapan penting sebelum proses berikutnya berjalan.

Dalam agenda tersebut, para investor akan melihat secara langsung lokasi yang rencananya menjadi kawasan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Pemerintah Kota Semarang, lanjut Glory, berperan sebagai fasilitator dalam mendukung kelancaran agenda yang telah tersusun oleh pemerintah pusat dan pihak terkait.

BACA JUGA: TPA Jatibarang Bersolek, Pemkot Semarang Siapkan Skema PSEL 

“Kami bertugas memfasilitasi karena seluruh tahapan dan jadwal sudah di atur oleh Danantara bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan,” katanya.

Proyek PSEL Semarang Raya bakal melalui pengembangan kawasan TPA Jatibarang dengan memanfaatkan lahan yang dperluas.

Proyek ini merupakan kerja sama regional yang melibatkan Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Kendal.

Selain menjadi solusi pengurangan volume sampah, proyek tersebut juga harapannya mampu menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Terkait teknologi yang akan pihaknya gunakan, Glory menjelaskan bahwa konsep utamanya adalah teknologi ramah lingkungan.

Namun keputusan final mengenai jenis teknologi masih menunggu hasil kajian oleh pihak yang berwenang.

“Yang pasti konsepnya mengedepankan teknologi ramah lingkungan. Untuk teknologi yang terpilih nanti akan dtentukan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Danantara,” jelasnya.

Meski demikian, Glory memperkirakan teknologi termal berpeluang besar dalam proyek tersebut. Karena saat ini menjadi metode paling efektif untuk mengurangi volume sampah dalam jumlah besar.

“Kalau melihat tren yang ada, sebagian besar proyek serupa menggunakan teknologi termal. Teknologi ini paling cepat dan efektif dalam mengurangi timbunan sampah,” ujarnya.

Proyek PSEL Semarang Raya menjadi salah satu program strategis yang harapannya mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mendukung target pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang Pemerintah Kota Semarang terima, nilai investasi proyek tersebut perkiraannya mencapai Rp3 triliun.

“Informasi terakhir yang kami terima, nilai investasi yang Danantara sampaikan berada di kisaran Rp3 triliun,” kata Glory. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp