SEMARANG, beritajateng.tv – Kenaikan harga bahan pangan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai ԁirasakan pelaku usaha warung tegal (warteg) dan konsumennya di Kota Semarang. Lonjakan harga ayam, ikan, telur hingga bumbu dapur membuat sejumlah warteg terpaksa menaikkan harga jual makanan.
Fifah (23), pegawai Warteg Arman di Pleburan Semarang, mengatakan kenaikan harga bahan baku terjadi hampir pada seluruh jenis lauk, terutama ayam dan ikan.
“Semisal yang tadinya satu kilo Rp30 ribu jadi Rp35 ribu. Itu ayam sama ikan,” ujarnya saat beritajateng.tv temui pada Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, dampak kenaikan harga mulai terasa sekitar satu minggu terakhir. Akibatnya, harga menu yang menggunakan lauk ikan maupun ayam juga ikut naik.
BACA JUGA: Warteg Gratis Alfamart Hadir di 34 Kota Selama Ramadan, Bagikan 60.000 Paket Buka Puasa
“Ikan yang tadinya Rp5.000 sekarang jadi Rp8.000,” katanya.
Pedagang warteg juga mulai mengurangi pembelian bahan baku untuk menekan risiko kerugian. Fifah mengatakan Warteg Arman sebelumnya membeli sekitar empat kilogram ayam atau ikan per hari. Kini jumlahnya ԁikurangi menjadi dua hingga tiga kilogram.
“Tadinya empat kilo, sekarang kadang dua, kadang tiga kilo per hari,” ujarnya.
Penurunan volume belanja ԁilakukan karena permintaan terhadap lauk ayam dan ikan ikut menurun setelah harga naik.
Harga Menu Warteg Naik, Pembeli Mulai Ganti Ayam dengan Telur
Kenaikan harga tersebut juga membuat sebagian pelanggan mengurangi pembelian atau beralih ke lauk yang lebih terjangkau.
“Ada beberapa yang biasanya beli ayam terus ganti lauk. Ada yang pilih tahu, tempe atau telur,” ungkap Fifah.
Ia mengakui sejumlah pelanggan sempat mempertanyakan kenaikan harga makanan di warteg. Namun pihak warung menjelaskan bahwa penyesuaian ԁilakukan mengikuti harga bahan baku di pasar.
“Biasanya bilang kok segini. Saya jawab karena di pasarnya juga sudah naik,” katanya.




