“Kami merasa tertipu. Pertemuan berlangsung positif, negosiasi juga lancar, bahkan harga sudah cocok. Namun rencana itu runtuh begitu saja tanpa pertemuan lanjutan,” ujarnya.
Hingga saat ini, Malut United belum menerima surat resmi pembatalan. Asghar menyatakan pihaknya belum memikirkan langkah berikutnya.
“Kami masih terguncang serta belum sanggup memikirkan pengelolaan PSIS pada kondisi yang rumit seperti sekarang,” tandasnya. (*)





