SEMARANG, beritajateng.tv – Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, menyampaikan permintaan maaf kepada suporter usai belum lama ini timnya gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Madura United dan masuk zona degradasi.
Dalam pertandingan tersebut, PSIS Semarang harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 1-2. Kekalahan ini membuat PSIS terpuruk ke zona merah klasemen.
Sementara itu, Madura United yang sebelumnya berada di posisi 18 berhasil naik ke peringkat 15 dengan menggeser PSIS. Meski kedua tim sama-sama mengumpulkan 26 poin, Madura United lebih unggul dalam catatan pertemuan langsung.
“Kami sangat menyesal atas hasil ini. Suporter pasti kecewa, dan kami memahami perasaan mereka,” ujar Agius.
BACA JUGA: PSIS Semarang Masih Berpeluang Keluar dari Zona Degradasi, Ini Faktor Penentunya
Menurutnya, keberuntungan belum berpihak kepada PSIS. Madura United mampu mencetak gol kemenangan pada menit ke-94. Sebenarnya, PSIS memiliki peluang emas untuk menyamakan skor di menit ke-99 melalui Sudi Abdallah, namun peluang tersebut gagal menjadi gol.
“Dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi. Sebelumnya, kami cukup beruntung bisa membawa pulang satu poin saat menghadapi Persebaya. Namun, kali ini kami kehilangan poin di kandang sendiri,” tambahnya.
Agius juga menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih.
BACA JUGA: Keok 1-2 dari Madura United di Kandang Sendiri, PSIS Semarang Terperosok ke Zona Degradasi
“Kekalahan ini menjadi tanggung jawab saya,” tuturnya.
Di sisi lain, pelatih Madura United, Angel Alfredo Vera, mengaku sangat bersyukur atas kemenangan timnya. Menurutnya, pertandingan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama berjuang keras demi kemenangan.
“Kedua tim saat ini berada di zona bawah dan sangat membutuhkan kemenangan. Kami sudah memprediksi laga akan berjalan sulit. Syukurlah, kami berhasil membawa pulang tiga poin dari laga ini,” ujar Alfredo Vera. (*)





