“Kami mohon maaf jika sempat timbul kegaduhan. Hal itu terjadi karena belum ada kesepakatan dan kurangnya koneksi yang baik di awal. Dalam mengelola klub sepak bola, komunikasi yang solid sangat penting,” tambahnya.
Dengan masuknya Datu Nova Fatmawati sebagai pemegang saham mayoritas, PSIS Semarang kini memasuki era baru yang harapannya mampu mengembalikan kejayaan Laskar Mahesa Jenar di kancah sepak bola nasional. (*)
Editor: Elly Amaliyah





