“Ini satu-satunya atau baru di Jawa Tengah yang melakukan seperti ini. Mungkin ada di Aceh, di beberapa daerah muslim. Tetapi ini adalah yang pertama kalau misal ada Bank Jateng Syariah nantinya,” sambung Asrar.
Akui cukup sulit, perubahan BPR BKK jadi Bank Syariah penuh tantangan
Namun, Asrar mengakui proses realisasi Bank Jateng Syariah masih panjang dan membutuhkan kajian mendalam. Tak cuma itu, regulasi dan kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian dalam pembahasan lanjutan.
Tujuannya, kata dia, agar konsolidasi itu benar-benar berdampak positif terhadap sistem keuangan daerah sekaligus memperluas akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat.
“Saya kira prosesnya masih akan lama. Kita juga menyadari bahwa BPR BKK ini kan tidak semuanya sehat di kabupaten/kota ya. Ada yang plus minus, sehingga perlu kajian khusus. Kita akan libatkan akademisi atau unsur yang sangat tahu tentang perbankan, sehingga tujuan kita maksimal,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





