Dalam pelaksanaannya, program RSLH melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. PT Djarum memberikan bantuan pembangunan atau renovasi secara menyeluruh sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan rumah tersebut.
Keterlibatan warga setempat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong. Dengan demikian, program tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu sesama.
Budiharto berharap langkah tersebut dapat mendorong lebih banyak perusahaan untuk menjalankan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
“Kami berharap apa yang kami lakukan bisa menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat. Kami ingin masyarakat sekitar tumbuh, maju, dan berkembang bersama-sama,” tuturnya.
Ia menambahkan, kontribusi yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan semangat perusahaan, “Tumbuh Bersama Indonesia”.
Target 492 Rumah Sepanjang 2026
Program RSLH merupakan bagian dari komitmen sosial PT Djarum untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang layak.
Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan pembangunan dan renovasi 492 rumah di sejumlah wilayah, termasuk Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.
Sebelum penyerahan 12 rumah di Pati, program tersebut telah menyelesaikan perbaikan 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, serta 10 rumah di Wonogiri.
Program RSLH telah berjalan sejak 2022. Hingga akhir 2025, PT Djarum mencatat penyelesaian renovasi 626 hunian di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Antara lain Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga. (*)





