Jateng

Pudakpayung Masuk Nominasi Lomba Desa Kelurahan Provinsi Jawa Tengah, Ini Potensi dan Unggulannya

×

Pudakpayung Masuk Nominasi Lomba Desa Kelurahan Provinsi Jawa Tengah, Ini Potensi dan Unggulannya

Sebarkan artikel ini
biksu thudong Pudakpayung Masuk Nominasi Lomba Desa Kelurahan Provinsi Jawa Tengah, Ini Potensi dan Unggulannya
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat melepas rombongan biksu thudong di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa, Pudakpayung, Banyumanik, Kamis, 16 Mei 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

“Di RW 1, saat ini kami punya rintisan wisata namanya Curug Kedung Kudhu yakni air terjun yang berasal dari lima sumber mata air,” ujar Pamirah.

Untuk menuju Curug Kedung Kudhu harus melewati ondo rante atau tangga rantai yang sudah ada sejak zaman Belanda. “Kami berusaha memperkenalkan pariwisata lokal di kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik. Bahkan sudah ada pengajuan bantuan infrastrukturnya,” imbuhnya.

Di area tersebut juga terdapat Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti Wungkal Kasap yang jadi persinggahan Bikhu Thudong beberapa waktu yang lalu.

Rupanya, vihara tersebut bukanlah vihara biasa melainkan vihara pertama kalinya Sima berdiri pada 1959 silam. Vihara ini diakui nusantara sebagai salah satu vihara tertua, setara dengan Borobudur. “Kami berusaha mengangkat sehingga bisa menjadi wisata religi,” terang dia.

“Masih di RW 1, ada pula kelompok Batik Arlynn Eco Print. Karena berada di lingkungan perumahan sehingga memanfaatkan dedaunan yang ada di sekitarnya untuk meminimalkan limbah sampah,” bebernya.

Pamirah menyebut, unggulan-unggulan tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat yang turut mensukseskan pemberdayaan di wilayahnya.

“Masyarakat dengan sukarela mengangkat wisata budaya di Pudakpayung, bahkan ada pagelaran Wayang Kulit dalam rangka sedekah bumi hingga 4 kali dalam setahun. Seperti kemarin di dukuh Krajan ada wayangan dan Alhamdulillah Bu Walikota rawuh,” terangnya.

Pihaknya juga terus melibatkan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tradisi Nyadran. Hal ini lantaran di Pudakpayung mempunyai 11 sendang atau mata air yang masih alami dan terjaga.

“Peran serta masyarakat sangat luar biasa, bahkan secara administrasi cukup lengkap. Mudah-mudahan Pudakpayung yang mewakili kota Semarang dalam Lomba Desa dan Kelurahan di Tingkat Provinsi Jawa Tengah bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” harap Pamirah. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp