Metode tersebut menjadi alternatif karena nelayan tradisional harus menghadapi persaingan dengan kapal dan peralatan tangkap yang lebih modern.
Dalam kondisi normal, musim panen kerang hijau di kawasan Tambakrejo berlangsung sekitar September hingga Januari.
Hasil panen setiap rumpon bisa mencapai puluhan kilogram hingga sekitar satu kuintal dalam sekali pengambilan, tergantung kondisi perairan dan pertumbuhan kerang.
Namun tahun ini, sebagian rumpon justru tidak menghasilkan alias gagal panen. Nelayan pun harus mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di perairan Tambaklorok, setidaknya terdapat sekitar 50 rumpon yang digunakan warga untuk budidaya kerang hijau.
Nelayan berharap pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir tidak menghilangkan ruang ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada laut.
“Kami tidak menolak pembangunan. Tetapi kehidupan nelayan juga harus diperhatikan. Jangan sampai pembangunan membuat kami kehilangan sumber penghasilan,” kata Marzuki.
Akademisi: Arus Air Penting bagi Kerang Hijau
Akademisi sekaligus pemerhati isu pesisir dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Mila Karmilah, menyatakan dirinya turut mengamati dampak proyek tanggul laut terhadap masyarakat pesisir.
Kesulitan mencari kerang hijau juga nelayan di pesisir Bedono, Kabupaten Demak rasakan, karena kawasan perairannya turut tertutup proyek tanggul laut.
“Untuk membuat rumpon kerang hijau, air tidak boleh tertutup, tetapi harus bergerak antara air payau dan air laut,” ungkap Milla.
Menurut Mila, budidaya kerang hijau di perairan terbuka membutuhkan kondisi air yang mendukung. Sirkulasi air menjadi salah satu faktor penting agar organisme tersebut dapat menempel dan berkembang pada rumpon.
Ia menjelaskan, pergerakan air membantu menjaga kondisi perairan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kerang. Karena itu, perubahan pola arus di kawasan pesisir perlu dikaji ketika pembangunan infrastruktur berlangsung.
Mila menilai persoalan tersebut tidak semestinya dilihat hanya dari sisi pembangunan fisik. Pemerintah juga perlu memperhitungkan keberlanjutan ruang hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada ekosistem pesisir.





