“Kalau pembangunan tidak mempertimbangkan masyarakat pesisir, yang hilang bukan hanya mata pencaharian, tetapi juga ruang hidup,” katanya.
Ia menegaskan tidak menolak pembangunan infrastruktur seperti tanggul laut maupun rencana pengembangan kawasan pesisir. Namun, menurutnya, proses pembangunan harus melibatkan masyarakat dan mempertimbangkan dampak ekologis secara menyeluruh.
Pengalaman di sejumlah kawasan pesisir, kata Mila, menunjukkan perubahan lingkungan dapat memberikan dampak panjang terhadap kehidupan masyarakat.
Ia mencontohkan Desa Bedono, Kabupaten Demak. Menurutnya, perubahan kawasan pesisir telah membuat sejumlah dukuh mengalami kehilangan wilayah permukiman.
“Dulu di Desa Bedono, Demak itu ada tujuh dukuh, sekarang tinggal tiga dukuh karena empat dukuhnya sudah hilang. Kenapa hilang? Karena ada perubahan arus akibat reklamasi oleh pelabuhan sehingga menghilangkan kawasan-kawasan itu,” tandasnya. (*)





