JAKARTA, beritajateng.tv – PWI Pusat bakal menerima hadiah dua patung torso tokoh bersejarah asal Blora pada perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Dua patung tersebut menggambarkan tokoh pers nasional Tirto Adhi Soerjo dan tokoh gerakan Samin, Samin Surosentiko. Pematung lokal Blora, Wartono, mengerjakan karya seni tersebut. Bupati Blora Arief Rohman akan menyerahkan patung itu secara langsung.
Penyerahan patung dijadwalkan berlangsung pada rangkaian HPN 2026 yang berlangsung di Banten, pada 7–9 Februari 2026. Informasi tersebut disampaikan Ketua PWI Blora Heri Purnomo kepada Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono melalui sambungan telepon, Selasa, 3 Februari 2026.
Heri menjelaskan, pemberian patung tersebut menjadi bentuk ungkapan terima kasih Bupati Blora. Pasalnya, Arief Rohman termasuk satu dari sepuluh bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Menurut Heri, apresiasi tersebut mendorong komitmen Blora terhadap pengembangan seni dan kebudayaan nasional.
Selain sebagai bentuk penghargaan, Heri berharap kehadiran patung tersebut mampu memberi spirit positif bagi insan pers. Nantinya, patung akan menghuni Kantor PWI Pusat di Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta. Kehadiran dua tokoh besar asal Blora itu diyakini membawa nilai moral dan intelektual.
BACA JUGA: 10 Kepala Daerah dan 3 Wartawan Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026, Bupati Blora Usung Budaya Samin
Heri menilai ajaran Samin Surosentiko relevan bagi kehidupan bermasyarakat. Tokoh tersebut mengajarkan kejujuran, pengendalian tutur kata, serta sikap saling menghormati. Sementara itu, Tirto Adhi Soerjo mengajarkan peran jurnalisme sebagai sarana edukasi dan penggerak perubahan sosial, bukan sekadar penyampai informasi.
Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono menambahkan, agenda penyerahan patung akan berlangsung pada Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan. Acara tersebut akan berlangsung di Hotel Horison UPI, Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Acara tersebut akan disaksikan langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain itu, sepuluh bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 juga akan hadir. Dewan juri, wartawan penerima penghargaan, serta lebih dari 100 peserta dialog dari berbagai daerah turut memeriahkan acara. Peserta berasal dari unsur kepala dinas, seniman, budayawan, dan insan pers.
Apik dan Berkarakter
Kedua patung karya Wartono menggunakan bahan gembol atau bonggol akar kayu jati khas Blora. Dari sudut pandang seni rupa, patung tersebut tergolong apik karena mampu menampilkan karakter wajah tokoh secara kuat dan presisi.
Pengamat seni rupa Indonesia, Agus Dermawan T, yang juga menjadi Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, mengaku terpesona meski baru melihat dokumentasi foto. Ia menilai pahatan wajah kedua tokoh tampil hidup dan berkarakter.
BACA JUGA: Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Jawa Tengah, Wali kota Agustina Sebut Media Mitra Strategis Pemerintah
Agus menambahkan, karya tersebut menarik karena menghadirkan wajah mendekati referensi sejarah. Karakter ketokohan tampil jelas sehingga sikap kuat serta intelektualitas tokoh tergambarkan dengan baik. Keberadaan potongan bonggol kayu tua juga memberi simbol sejarah panjang suatu zaman.
Menurut Agus, patung tersebut layak mendapat perhatian luas. Ia bahkan mengusulkan PWI Pusat membangun ruang khusus untuk menyimpan tanda budaya dari seluruh kepala daerah penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Gagasan tersebut mengarah pada pembentukan semacam museum kebudayaan PWI. (*)
Editor: Farah Nazila





