SEMARANG, beritajateng.tv – Spot nongkrong dadakan muncul di sekitar Stasiun Poncol. Lokasinya persis di Jalan Hasanudin, Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
Di sana, sejumlah warga tampak memanfaatkan perlintasan rel kereta api yang tak lagi terpakai di sekitar Stasiun Poncol untuk tempat menikmati senja.
Mereka duduk anteng di sisi kanan rel kereta api dari arah Stasiun Poncol. Lantaran jalur rel sudah tak terpakai, beberapa anak-anak bahkan terpantau santai bermain layangan.
Namun demikian, meski tak lagi aktif, beberapa gerbong dan lokomotif sering kali memanfaatkan rel tersebut untuk putar balik. Oleh karenanya, warga beberapa kali mesti menyingkir sejenak.
Salah satu warga yang memilih menikmati senja di perlintasan kereta api itu ialah Sukardi. Ia rela jauh-jauh dari Ngaliyan demi bisa mengantar sang anak untuk melihat kereta api secara langsung.
BACA JUGA: KAI Daop 4 Alihkan Layanan Penumpang di Stasiun Semarang Poncol Akibat Banjir
“Dulu kakak-kakanya juga saya ajak ke sini. Saya ajak terus, setelah itu ketagihan sampai sekarang,” ceritanya kepada beritajateng.tv, Selasa, 14 Mei 2024.
Bersama istri dan anaknya, Sukardi tampak santai duduk di pinggir kereta api. Sesekali mereka membeli jajanan di sekitarnya untuk menambah seru suasana.
Saking seringnya menghabiskan waktu di pinggir rel kereta api Stasiun Poncol, Sukardi bahkan sampai hafal jadwal kereta yang akan melintas.
“Ini yang akan melintas kereta Argo Muria, setelah baru itu Kaligung. Biasanya habis Kaligung bubar, karena udah sore,” sambungnya.
Nostalgia suasana stasiun kereta api zaman dulu
Hal yang sama juga disampaikan oleh Sudarsono. Pria berusia 60 tahun ini membawa sang cucu untuk melihat kereta api yang melintas.
Ia sendiri merupakan warga asli sekitar Stasiun Poncol; tak heran jika keluarganya sudah tak asing lagi dengan suara bising kereta api.
“Umurnya 1 tahun 2 bulan, awalnya takut tapi sekarang udah biasa sama suara kereta,” katanya.
BACA JUGA: Banjir Mulai Surut, Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng Kembali Layani Naik Turun Penumpang
Seperti halnya Sukardi, Sudarsono juga hafal betul jadwal kereta yang hendak melintas. Selain menemani sang cucu, nongkrong di pinggir rel kereta api juga seperti nostalgia baginya.
Berbeda dengan kondisi saat ini, Sudarsono menyebut jika Stasiun Poncol pada waktu ia kecil masih belum tertata seperti sekarang. Bahkan, kala itu ia sering menjadi penumpang ilegal kereta.
“Dulu stasiun belum seketat sekarang, naik kereta bebas enggak pakai tiket, enggak bayar. Masih banyak asongan juga,” imbuhnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





