Jateng

Ratusan Hektare Lahan Sawah di Demak Terendam Banjir, Dampak Meluas ke 9 Desa

×

Ratusan Hektare Lahan Sawah di Demak Terendam Banjir, Dampak Meluas ke 9 Desa

Sebarkan artikel ini
Sawah Demak Banjir

DEMAK, beritajateng.tv – Bencana hidrometeorologi kembali melanda sektor pertanian di wilayah Jawa Tengah bagian timur. Sebanyak 671 hektare areal sawah pada sembilan desa di Kabupaten Demak terendam air akibat curah hujan ekstrem yang memicu tanggul jebol hingga banjir.

Fenomena sawah di Demak tergenang banjir ini menjadi pukulan telak bagi para petani yang baru saja memulai masa tanam mereka pada awal April 2026 ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengonfirmasi bahwa genangan air tidak hanya menyasar lahan produktif, tetapi juga merusak fasilitas publik.

BACA JUGA: Dugaan Terseret Arus Sungai Tuntang, Konten Kreator Demak Meninggal Saat Bikin Video

Tercatat sebanyak 2.116 rumah warga, 29 tempat ibadah, serta 18 gedung sekolah terdampak luapan air dengan ketinggian bervariasi.

Hingga Minggu, 5 April 2026, jumlah pengungsi telah menembus angka 2.839 jiwa yang tersebar pada sejumlah titik aman. “Ketinggian genangan pada areal persawahan bervariasi tergantung kontur tanah,” ujar Agus.

Pihaknya terus melakukan evakuasi serta pemantauan pada titik-titik rawan guna mencegah jatuhnya korban jiwa. Aliran Sungai Tuntang yang meluap sejak Jumat pagi menjadi penyebab utama jebolnya tanggul pada beberapa lokasi kritis di wilayah Kecamatan Guntur dan sekitarnya.

Dampak Ekonomi dan Upaya Pemulihan Banjir Sawah Demak

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyebutkan bahwa kerusakan paling parah terjadi pada wilayah Desa Trimulyo dan Sidoharjo. Luas lahan yang terendam pada kedua desa tersebut saja sudah mencapai angka 660 hektare.

Beruntung, rata-rata usia tanaman padi di areal sawah Demak yang terkena banjir baru menginjak 30 hari, sehingga kerugian material petani relatif lebih kecil jika terjadi puso.

Pemerintah daerah berjanji akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap setiap jengkal lahan yang mengalami gagal panen akibat bencana ini.

Dinas Pertanian berencana mengusulkan bantuan benih padi dari pemerintah pusat agar para petani dapat segera melakukan tanam ulang begitu air surut.