Gus Yasin menyebut hingga kini kerugian akibat banjir masih dalam tahap penghitungan. Namun ia mengakui dampak yang timbul cukup besar dan menyentuh berbagai sektor.
“Kalau kerugian saat ini masih kami hitung. Tapi yang jelas kerugian itu banyak. Jalan-jalan rusak, dan yang paling utama masyarakat,” katanya.
Ia menyebut, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya di Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak.
“Petani di Pati, Kudus, dan Demak itu sudah kami hitung hampir seribu sekian hektare sawah terdampak. Itu sudah kami masukkan ke aplikasi SIAP untuk mendapatkan asuransi gagal panen,” ujarnya.
Menurut Gus Yasin, Pemprov Jawa Tengah saat ini fokus pada penanganan darurat dan mitigasi bencana, termasuk evakuasi warga terdampak banjir.
“Untuk penanganan banjir, mitigasi dan evakuasi sudah kami lakukan semua,” katanya.
BACA JUGA: Tekan Risiko Banjir, BNPB Kerahkan 3 Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah
Ia juga memastikan kondisi pengungsi, khususnya di Kabupaten dan Kota Pekalongan, terus dipantau dari sisi kesehatan dan logistik.
“Kami pastikan di tempat pengungsian semuanya sehat, mendapatkan pasokan makanan dan obat-obatan,” ujarnya.
Gus Yasin menuturkan, saat meninjau langsung lokasi pengungsian, pihaknya menemukan sejumlah kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus.
“Kemarin saya ke sana, ada ibu hamil, ada lansia yang pakai kateter, ada juga yang sudah tidak bisa apa-apa. Kami larikan ke rumah sakit semuanya,” katanya.
Ia mengakui proses evakuasi sempat terkendala karena sebagian warga menolak dibawa ke rumah sakit. Namun dengan pendekatan persuasif, seluruh warga yang membutuhkan akhirnya mendapat penanganan medis.
“Memang butuh waktu karena mereka awalnya tidak mau [ke rumah sakit]. Tapi dengan pendekatan-pendekatan, Alhamdulillah sekarang semuanya sudah di rumah sakit dan kami pastikan kondisinya sehat,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





