SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jawa Tengah selama tiga hari ke depan. Fenomena atmosfer yang dinamis menjadi penyebab utama kondisi ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menyebut aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase 4 turut mendorong pembentukan awan konvektif di wilayah tropis, termasuk Jawa Tengah.
Pola siklonik di Perairan Barat Kalimantan dan Samudra Hindia Barat Daya Sumatra menambah potensi ini dengan menciptakan daerah pertemuan massa udara dan belokan angin.
BACA JUGA: Ini Cara Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana Antisipasi Cuaca Ekstrem
“Kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan atmosfer mendukung terbentuknya awan hujan tebal. Suhu permukaan air laut yang hangat di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa juga meningkatkan massa uap air di atmosfer,” ujar Yoga, Selasa, 3 Desember 2024.
Menurut Yoga, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat beserta petir dan angin kencang berpotensi terjadi di berbagai daerah selama 3-5 Desember 2024. Berikut wilayah-wilayah terdampak:
- 3 Desember 2024: Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Salatiga, Boyolali, Surakarta, Karanganyar. Kemudian Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan sekitarnya.
- 4 Desember 2024: Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Temanggung, Magelang, Klaten, Grobogan, Pati, Kendal, Batang, dan sekitarnya.
- 5 Desember 2024: Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Boyolali, Rembang, Kudus, Demak, Jepara, Pemalang, Pekalongan, dan sekitarnya.
BACA JUGA: Sudah Terjadi 104 Bencana Sepanjang 2024, BPBD Jateng: Cuaca Ekstrem dan Banjir Terbanyak
Yoga juga mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi risiko bencana hidrometeorologi. Antara lain seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang, dan petir.
“Warga di wilayah rawan bencana diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca,” imbuhnya.
Dengan peringatan ini, langkah antisipasi menjadi penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang prediksinya terjadi pada periode ini. (*)





