SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perhubungan Kota Semarang berencana memasang pita kejut bahkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Pasar Mangkang sebagai langkah menekan angka kecelakaan di jalur Pantura.
Rencana tersebut muncul setelah terjadinya tiga kecelakaan dalam kurun dua pekan terakhir, dengan dua korban meninggal dunia.
Kasus yang pertama, seorang ibu-ibu jatuh saat menyebrang jalan dan di tabrak oleh truk hingga meninggal di tempat. Insiden yang kedua, seorang pengendara motor tewas terlindas truk.
Kasus terakhir Selasa pagi, 21 Juli 2026, seorang warga yang menyebrang tertabrak kendaraan hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Adapun penyebab kecelakaan sendiri, lantaran Pasar Mangkang, berada tepat di jalur padat kendaraan yakni Jalan Pantura.
Kontur jalan yang menurun jika dari arah Kendal, membuat kendaraan kerap melaju kencang ke arah timur. Sementara dari arah timur ke barat, kontur jalan cenderung landai dan lurus sehingga banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Riyadi, warga sekitar, mengatakan tingginya angka kecelakaan lantaran kondisi jalan Pantura yang menjadi jalur utama kendaraan berat.
“Dua pekan ini sudah ada tiga kejadian di sekitar Pasar Mangkang. Dua orang meninggal dunia pekan lalu, lalu Selasa pagi ada lagi warga yang tertabrak mobil hingga dibawa ke rumah sakit,” ujar Riyadi.
Pria paruh baya ini meminta agar pemerintah bisa turun tangan, misalnya dengan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) ataupun pemasangan rambu, dan pita kejut. Agar kendaraan bisa mengurangi kecepatan ketika mengarah Pasar Mangkang.
“Kendaraan yang lewat banyak yang ngebut. Harus ada rambu atau fasilitas lain supaya pengemudi memperlambat lajunya saat mendekati Pasar Mangkang,” katanya.
Senada, Sukini, warga Wonosari yang kerap berbelanja di Pasar Mangkang merasa was-was ketika harus menyebrang jalan, karena laju kendaraan yang melintas cukup kencang.
“Tentu sangat was-was apalagi kalau pagi dan sore kan jalan sangat ramai, minimal ada petugas yang berjaga, jadi penyeberang jalan juga merasa aman,” tambah dia.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Salurkan Bantuan Sosial ke Warga Terdampak Banjir Mangkang dan Ngaliyan
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Mulyadi, mengatakan pemasangan pita kejut menjadi salah satu prioritas di lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama kawasan pasar dan sekolah.
“Kami berencana memasang pita kejut. Saat ini masih melakukan pendataan titik-titik rawan. Agar saat kami implementasikan hasilnya benar-benar maksimal,” ujar Mulyadi.
Ia mengakui kawasan Pasar Mangkang dan SD Tugurejo 03 yang berada di jalur Pantura memang termasuk titik rawan kecelakaan.
“Prioritas kami adalah lokasi yang memiliki potensi kecelakaan tinggi, seperti kawasan pasar dan sekolah,” katanya.
Selain pita kejut, Dinas Perhubungan juga berencana menambah penerangan jalan, terutama di kawasan interchange dan jalur lambat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Sementara itu, usulan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) masih akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY karena jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Kalau untuk JPO, kami melihat kebutuhan dan karakter jalan. Jika memang perlu, akan kami koordinasikan dengan BBPJN,” jelas Mulyadi. (*)





