SEMARANG, beritajateng.tv – Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang paling investor minati, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan realisasi investasi tahun 2025 yang berhasil melampaui target tahunan.
Capaian tersebut dipaparkan dalam acara Evaluasi Investasi Kabupaten Semarang 2025 di kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP), Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Selasa, 10 Februari 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang, Hetty Setiorini, menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Kabupaten Semarang mencapai Rp4,38 triliun.
BACA JUGA: Di Tengah Persaingan KEK, Investasi Kota Semarang 2025 Tetap Tembus Rp11,1 Triliun
Jumlah tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). “Pencapaian ini melebihi target tahunan sebesar Rp4 triliun,” jelas Hetty.
Pencapaian ini menempatkan Kabupaten Semarang sebagai salah satu daerah terbaik di Jawa Tengah untuk kategori wilayah yang memiliki Kawasan Peruntukan Industri (KPI).
Adapun daerah lain dengan nilai investasi lebih tinggi umumnya merupakan wilayah yang sudah memiliki Kawasan Industri (KI) khusus.
Letak Geografis Kabupaten Semarang di Joglosemar Jadi Daya Tarik Utama Investor
Hetty menambahkan, letak geografis yang strategis di jalur “Segitiga Emas” Yogyakarta–Solo–Semarang (Joglosemar) menjadi daya tarik utama bagi investor. Selain itu, kedekatan akses dan konektivitas menuju pelabuhan serta bandara di Ibu Kota Jawa Tengah turut membawa pengaruh positif.
“Kepastian hukum terkait perizinan dan tata ruang wilayah juga menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Semarang,” tambahnya.
Pada tahun 2025, nilai PMDN Kabupaten Semarang tercatat sebesar Rp2,45 triliun. Angka ini mendekati capaian PMDN Kabupaten Kendal yang memiliki kawasan industri khusus, yakni sebesar Rp2,51 triliun.
Hetty optimistis kinerja pelayanan akan semakin meningkat setelah seluruh bidang di bawah DPMPTSP kini resmi berkantor dalam satu atap di MPP Lopait. Sebelumnya, kantor yang terpisah cukup memengaruhi mutu koordinasi dan pelayanan.
“Penyatuan kantor ini harapannya memperkuat soliditas karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pelaku usaha,” tegasnya.
Acara evaluasi tersebut berakhir dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, yang ia serahkan kepada Hetty Setiorini sebagai simbol peresmian penyatuan seluruh bidang pelayanan di MPP Lopait. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





