Gaya Hidup

Rekomendasi Film Bertemakan Perempuan, Cocok Buat Rayakan Hari Kartini

×

Rekomendasi Film Bertemakan Perempuan, Cocok Buat Rayakan Hari Kartini

Sebarkan artikel ini
bioskop
Ilustrasi tempat bioskop, tempat menonton film. (Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Merayakan Hari Kartini bisa melalui beragam kegiatan menarik, sepertihalnya mengadakan lomba kecil-kecilan ataupun lainnya.

Selain itu, agenda nonton bareng bersama keluarga ataupun tersayang juga bisa jadi salah satu aktifitas dalam rangka peringatan tersebut.

Oleh karena itu, berikut ini akan beritajateng.tv bagikan beberapa rekomendasi film bertemakan perempuan dalam rangka momentum Hari Kartini 2026.

Film Perempuan Hari Kartini

3 Srikandi

Berlatar tahun 1988, film ini menyoroti kondisi dunia olahraga Indonesia yang tengah berada di masa genting menjelang Olimpiade Musim Panas ke-24 di Seoul, Korea Selatan.

Dalam situasi tersebut, ditunjuklah Donald Pandiangan (Reza Rahadian), seorang legenda panahan yang dijuluki Robin Hood Indonesia.

BACA JUGA: Tayang Juli 2026, Berikut Sinopsis Film 402 Rumah Sakit Angker Korea

Ia terkenal sebagai pribadi yang tegas, disiplin, dan cenderung sinis, terpengaruh oleh pengalaman pahitnya gagal berangkat ke Olimpiade 1980 akibat boikot politik.

Donald mendapat tanggung jawab untuk melatih tiga atlet panahan perempuan terbaik, yakni Nurfitriyana Saiman (Bunga Citra Lestari), Lilies Handayani (Chelsea Islan), dan Kusuma Wardhani (Tara Basro).

Di bawah bimbingannya yang keras dan penuh disiplin, ketiganya tidak hanya di tempa secara fisik dalam membidik target, tetapi juga harus menghadapi konflik batin, ego, serta tekanan mental masing-masing.

Athirah

Terinspirasi dari kisah nyata ibu dari Jusuf Kalla. Film garapan sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana ini mengangkat kehidupan Athirah (Cut Mini) bersama putranya, Jusuf Kalla (Christoffer Nelwan), setelah ia harus menjalani peran sebagai orang tua tunggal.

Kehidupan rumah tangga Athirah yang awalnya harmonis mulai terguncang ketika suaminya, Puang Ajji (Arman Dewarti), memutuskan untuk menikah lagi dengan perempuan lain.

Pada masa itu, praktik poligami memang terkesan wajar secara sosial. Namun, alih-alih terpuruk atau larut dalam kesedihan, Athirah memilih untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi dengan berjualan kain sutra.

Usaha tersebut berlangsung demi menghidupi anak-anaknya sekaligus mempertahankan martabatnya sebagai seorang perempuan dan ibu.

Sekola Rimba