Gaya Hidup

Rekomendasi Kafe Vintage di Sekitar Kota Lama Semarang, Suguhkan Nuansa Zaman Dulu

×

Rekomendasi Kafe Vintage di Sekitar Kota Lama Semarang, Suguhkan Nuansa Zaman Dulu

Sebarkan artikel ini
Kota Lama Semarang Masih Jadi Primadona Wisata, Meski Ikon Gereja Blenduk Direhab
Kawasan Kota Lama Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Liburan ke Semarang tentunya tidak asing dengan salah satu destinasi andalan yang terkenal yaitu Kota Lama.

Tempat ini merupakan salah satu kawasan yang penuh dengan bangunan tua peninggalan Belanda. Tak heran apabila banyak spot foto menarik khususnya yang suka dengan tempat-tempat estetik ala tempo dulu.

Eits tak hanya itu, menariknya lagi ada banyak kafe ala vintage yang bisa kamu kunjungi loh. Wah, penasaran lokasinya? Yuk simak informasinya berikut ini.

Kafe Vintage di Kota Lama

Koopman

Kafe ini memiliki desain yang sangat klasik. Dari bagian depan, terlihat bangunan bergaya Belanda yang penuh dengan lampu tempel serta bendera berwarna hijau dan merah.

Menu yang ditawarkan di sini sangat beragam, mulai dari berbagai hidangan khas Indonesia hingga sajian kuliner barat. Lokasinya berada di Jalan Letjen Suprapto No. 3, Kota Lama, Semarang.

BACA JUGA: Truntum Gasblock Borobudur, Kafe dengan Nuansa Perbukitan Menoreh! Kece Banget!

Hero Coffee Indonesia

Sedang mencari kafe dengan nuansa klasik khas Eropa? Hero Coffee Indonesia bisa menjadi pilihan yang tepat. Di bagian depannya, terdapat meja dan kursi bergaya Eropa yang menambah kesan elegan.

Jendela besar berwarna hitam dengan material besi serta lampu tempel bergaya Eropa semakin mempertegas tampilan klasik kafe ini.

Begitu masuk ke dalam, Anda akan disambut dengan interior dan furnitur berbahan kayu yang didesain dengan sentuhan retro khas.

Kafe ini berlokasi di Jalan Kepodang No. 33, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

BACA JUGA:Lokal Folk, Kafe Kekinian di Magelang yang Cozi Banget! Yuk Nongkrong Di Sini

Keris Kafe

Kafe yang terletak di kawasan Kota Lama Semarang ini dikenal bukan karena nuansa tradisional pada interior dan eksteriornya, melainkan karena desainnya yang bergaya retro klasik.

Gaya tersebut terlihat jelas dari pilihan furnitur yang mengadopsi tema tahun 70-an hingga 80-an, dilengkapi dengan pajangan dinding dan lampu tempel berbahan besi klasik yang mengingatkan pada era kolonial Belanda.