Menurutnya, selama ini sejumlah kegiatan lingkungan terkadang hanya berlangsung secara seremonial. Masyarakat berkumpul, kegiatan berlangsung, kemudian setelah acara selesai tidak ada lagi yang melanjutkan. Karena itu, Sumanto mendorong pembentukan relawan agar ada pihak yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan Jogo Kali Merawat Bumi terus berjalan. Keberadaan relawan, lanjutnya, menjadi kunci agar pohon yang telah tertanam tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar memberikan manfaat. Ia berharap para relawan Jogo Kali Merawat Bumi dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat.
“Tak hanya melakukan penanaman pohon, saya berharap para relawan memastikan perawatan tanaman, menjaga lingkungan sungai, serta potensi yang dari gerakan tersebut dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Karanganyar, Sri Harjono menambahkan, menanam pohon penyimpan air berbeda dengan menanam tanaman buah seperti Mangga dan Durian. Jika tanaman buah bisa warga petik hasilnya dalam beberapa tahun, pohon penyimpan air seperti Preh, Bulu, dan Beringin baru bisa bermanfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.
“Tugas para relawan ini cukup berat. Sebab menanam sekarang tapi belum tahu apa dan kapan bisa terlihat hasilnya. Ini pekerjaan mengabdi ke alam yang benar-benar buat kepentingan ke depan. Biar anak cucu yang memetik hasilnya,” paparnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





