Sebelum ada penataan, lanjutnya, kondisi bantaran sungai tersebut kurang terawat. Padahal lokasi itu banyak warga manfaatkan untuk memancing. Semak-semak yang tumbuh liar juga menjadi tempat munculnya sejumlah hewan, seperti ular dan biawak. Melalui kegiatan rutin para relawan, kondisi bantaran secara perlahan menjadi bersih dan tertata. Tanaman yang telah mereka tanam juga relawan beri tanda berupa kertas bertuliskan “Jogo Kali Karangpandan”. Papan tersebut menjadi penanda bagi warga, termasuk petani yang beraktivitas sekitar lokasi, agar tanaman tidak ditebang.

Ikhsan mengapresiasi adanya program tersebut karena gerakan penanaman pohon berlangsung dengan semangat menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan pohon di sekitar sungai tidak hanya membuat lingkungan lebih hijau dan tertata, tetapi juga penting untuk menjaga ketersediaan air di masa mendatang.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Gelar Aksi Jogo Kali di Karanganyar, Sumanto Minta Pohon Jangan Jadi Bonsai
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menekankan pentingnya keberadaan relawan dalam menjaga keberlanjutan Program Jogo Kali Merawat Bumi di Kabupaten Karanganyar. Menurutnya, gerakan penanaman pohon tak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus berlanjut dengan perawatan secara rutin dan konsisten. Sumanto mengatakan, sejak mendeklarasikan diri sebagai relawan, para penggerak tanam pohon tersebut memiliki tanggung jawab untuk terus menjalankan kegiatan meskipun ia tidak berada di lokasi.
“Sejak mendeklarasikan jadi relawan, tugasnya bagaimana bisa terus berjalan. Jangan hanya ketika saya datang kemudian kumpul, setelah saya pergi dan kegiatan bubar, selesai,” kata Sumanto.





