Jateng

Reses di Karanganyar, Sumanto Dapat Keluhan Masalah Sampah dan Gorong-Gorong Tersumbat Bikin Banjir

×

Reses di Karanganyar, Sumanto Dapat Keluhan Masalah Sampah dan Gorong-Gorong Tersumbat Bikin Banjir

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menggelar reses di Resto Jimbaran, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar, Ratri Listyowati mengatakan, para Kepala Desa (Kades) cukup antusias mengonsultasikan pengembangan ekonomi dan infrastruktur. Terutama terkait percepatan pembangunan jalan dan fasilitas umum di desa-desa Kabupaten Karanganyar.

“Sebagai perwakilan dari Fraksi PDI Perjuangan di Komisi B, tugas kami adalah mengawal usulan para Kepala Desa ini agar benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jateng Sumanto mengatakan, persoalan sampah dan saluran air berpotensi menjadi masalah ke depan. Karenanya, pihak terkait harus melakukan antisipasi dari sekarang.

“Terkait (persoalan) sampah memang penting, yang jadi masalah ke depan saluran air, sungai, dan sampah. Karena beratnya persoalan, ke depan anggaran untuk membersihkan sungai dan pembangunan jalan bisa jadi sama,” paparnya.

BACA JUGA: Dorong Media Lokal Terus Berkembang, Sumanto Kutip Ucapan Bung Karno

Sumanto mendukung adanya normalisasi saluran air guna mencegah banjir. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, upaya pemerintah harus mendapat dukungan partisipasi aktif warga agar hasilnya optimal.

Terkait problem sampah, Sumanto menawarkan solusi melalui edukasi pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Ia mengusulkan penyediaan kantong plastik berbeda warna untuk mempermudah pilah sampah. Plastik merah, hijau, dan putih disediakan untuk memilah jenis sampah yang bisa di daur ulang, sampah organik, dan sampah yang tidak dapat melalui proses daur ulang.

Ia juga menyoroti adanya efisiensi anggaran yang membuat dana untuk pembangunan terbatas. Sumanto mengungkapkan, APBD Jateng tahun ini terpangkas hingga hampir Rp2 triliun, dan APBD Kabupaten Karanganyar turun Rp372 miliar. Sementara itu, alokasi dana desa yang semula mencapai Rp1 miliar, kini menjadi hanya Rp300 juta.

“Tentu aspirasi akan kami pertimbangkan dengan menggunakan skala prioritas. Meski ada efisiensi, minimal yang berat-berat teratasi,” katanya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp