Peristiwa

Terjang Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Demak, Gran Max Tertabrak KA Harina, Sopir Tewas Terpental

×

Terjang Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Demak, Gran Max Tertabrak KA Harina, Sopir Tewas Terpental

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan Kereta Demak
Mobil Daihatsu Gran Max ringsek parah lantaran tertabrak KA Harina di Brumbung, Demak, Minggu, 15 Februari 2026. (Adher/beritajateng.tv)

DEMAK, beritajateng.tv – Sebuah peristiwa memilukan menimpa seorang pengendara minibus pada perlintasan sebidang di Demak, Jawa Tengah. Insiden kecelakaan kereta api di Demak tersebut merenggut nyawa pengemudi usai kendaraan miliknya tertabrak rangkaian kereta api (KA) Harina.

Tragedi ini berlangsung pada perlintasan tanpa palang pintu di Desa Brumbung, Kabupaten Demak, Minggu, 15 Februari 2026 siang tadi.

Kondisi mobil Daihatsu Gran Max milik korban terlihat rusak parah bahkan hampir tidak berbentuk lagi. KA Harina relasi Surabaya-Jakarta menghantam minibus tersebut hingga terpental sejauh sepuluh meter dari lokasi awal.

BACA JUGA: Catat Tanggal Mudik Gratis Lebaran 2026, Jateng Sediakan 302 Bus dan 2 Kereta Api ke 35 Daerah

Benturan yang sangat keras membuat akses jalan desa setempat sempat mengalami hambatan karena puing kendaraan menutupi jalur.

Kejadian bermula saat mobil melaju kencang dari arah utara menuju ke arah selatan. Pengemudi tetap memacu kendaraan meski warga sekitar telah berteriak lantang memberikan peringatan tanda bahaya.

Kelalaian itu berujung fatal karena kereta api sudah berada pada posisi yang sangat dekat dengan titik perlintasan.

Dampak Ngeri Kecelakaan Kereta Api di Brumbung Demak

Peristiwa ini ternyata tidak hanya merenggut nyawa sang sopir minibus yang malang tersebut. Seorang warga bernama Bowo juga menjadi korban luka berat akibat terhantam badan mobil yang terlempar jauh.

Saat kejadian, Bowo sedang duduk santai pada area sekitar lokasi perlintasan sebelum maut nyaris menjemputnya. “Sopir tetap melaju meski relawan sudah berusaha menghentikan laju mobil dengan berteriak,” ungkap Luthfi selaku saksi mata.

“Warga sudah sering mengingatkan pengendara agar selalu waspada jika lewat sini,” imbuh Luthfi.

BACA JUGA: Jejak Awal Perkeretaapian Indonesia, Mengenal Sejarah Stasiun Pertama di Semarang

Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi guna melakukan evakuasi serta mengamankan area sekitar rel. Wakapolsek Mranggen, Iptu Musliman, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia merupakan warga Sawah Besar, Kota Semarang.