Namun, ia mengakui tidak semua indikator tercapai. Zulkifli menyebut, salah satu yang menjadi pekerjaan rumah adalah Indeks Integritas Nasional.
“Indeks Integritas Nasional kita di 80. Nah, ini yang tidak tercapai yang menjadi salah satu PR. Tapi kita masih nomor dua karena semua provinsi mengalami penurunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dengan target 85,81 hingga 89,07 ternilai masih dalam rentang capaian. Angkanya berada di 85,84.
“Otonomi fiskal daerah 63 persen, sekarang kita 63,01 persen, tercapai,” lanjut Zulkifli.
Pertumbuhan ekonomi Jateng
Di sektor ekonomi, pertumbuhan Jawa Tengah disebut melampaui target. Dari target 4,8 persen, realisasi mencapai 5,37 persen. Untuk Indeks Modal Manusia, target berada di angka 0,62, sementara posisi saat ini 0,59. Namun, Zulkifli menyebut data tersebut belum rilis final.
“Pertumbuhan ekonomi 4,8 sekarang 5,37, tercapai. Untuk indeks modal manusia 0,62 sekarang 0,59, belum rilis, kita nunggu data,” ujar dia.
Adapun tingkat pengangguran terbuka dengan target 4,81 hingga 4,2 persen tercatat berada di angka 4,66 persen dan dinyatakan tercapai.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Ajukan 9 Kawasan Industri Baru di Jateng: Ada Blora, Sragen, dan Banyumas
Dalam kesempatan itu, Zulkifli menegaskan evaluasi kepemimpinan harus berbasis indikator pembangunan yang terukur.
“Evaluasi kepemimpinan itu alat ukurnya adalah indikator pembangunan. Dulu seingat saya selalu setiap tahun itu ada empat sampai lima yang tidak tercapai. Tapi sekarang kita menjaga benar indikator-indikator ini, terus kita lakukan perbaikan dan pembenahan,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





