Jateng

Revitalisasi Budaya, Mahasiswa Ilkom UMS Kampanyekan “Merawat Rasa Jawa”

×

Revitalisasi Budaya, Mahasiswa Ilkom UMS Kampanyekan “Merawat Rasa Jawa”

Sebarkan artikel ini
Merawat Rasa Jawa
Mahasiswa Ilkom UMS kampanyekan "Merawat Rasa Jawa". (Foto: dok. Mahasiswa Ilkom UMS).

SURAKARTA, beritajateng.tv – Di tengah arus budaya global yang bergerak begitu cepat, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta tergerak untuk mengembalikan kedekatan generasi muda dengan akar budayanya melalui kampanye “Merawat Rasa Jawa”. Bukan dengan paksaan, bukan dengan tuntutan, melainkan dengan ajakan penuh kehangatan, agar tradisi Jawa kembali dirasakan sebagai sesuatu yang dekat, wajar, dan indah untuk dirawat.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa krama, pemahaman unggah-ungguh, serta kesadaran sejarah Jawa mulai berjarak dari keseharian generasi muda.

Melihat realitas itu, kampanye “Merawat Rasa Jawa” dirancang bukan untuk
menyalahkan, tetapi untuk membangun kembali rasa, rasa cinta, rasa bangga, dan rasa memiliki terhadap budaya yang telah lama menjadi jati diri masyarakat Jawa.

Melalui rangkaian kegiatan seperti Rabu Berbatik dan Berbahasa Krama Inggil,
workshop bahasa Jawa bersama komunitas Si Ojan, serta walking tour “Satu Langkah Menjawa” bersama komunitas Berjalan Bercerita, kampanye ini mengajak anak muda menikmati budaya Jawa dengan cara yang alami dan menyenangkan.

BACA JUGA: Natal UKSW 2025 Hadirkan SantaBot, Harmoni Liturgi dan Teknologi di Kampus Salatiga

Tidak hanya melihat, tetapi berjalan melewati lorong-lorong dekat Keraton, mendengar cerita yang membuat sejarah terasa hidup, dan mencoba tutur halus yang selama ini hanya terdengar dari generasi sebelumnya.

Melalui dukungan berbagai media partner, pesan kampanye ini bisa tersampaikan secara konsisten dan bersahabat. Dengan gaya komunikasi yang dekat dengan keseharian
anak muda, kampanye ini berharap tercipta ruang yang membuat budaya Jawa kembali terasa hangat untuk didekati. Pada akhirnya, “Merawat Rasa Jawa” ingin menyampaikan bahwa mencintai budaya bukanlah langkah yang sulit. Berawal dari hal kecil sebuah sapaan dalam krama, pemakaian batik di hari Rabu, atau sekadar rasa ingin tahu tentang cerita yang tersimpan di balik tembok-tembok lama kebudayaan Jawa.

Sudahkah kita memberi ruang kecil untuk bahasa dan budaya Jawa dalam keseharian? (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp