“Banyak faktor yang menyebabkan penyakit kanker. Faktor genetik atau keturunan, ada pula faktor dari luar juga mempengaruhi. Seperti makanan, lingkungan, pola hidup. Pola hidup pastinya akan menambah atau memacu kejadian kankeer.
“Mudah stres, mudah sensitif pasti akan lebih mempercepat penyakit ini, ” ujar Hakam.
Dari faktor makanan, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan BPOM dan Ketahanan Pangan melakukan random sampling di saluran rumah air PAM, kantin sekolahan, warung-warung dan pasar tradisional serta toko modern. “Kita terus melakukan upaya screening faktor-faktor resiko,” imbuhnya.
Menanggapi Rumah Harapan Indonesia yang terus mendukung para penyintas Indonesia. Hakam memberikan apresiasinya.
“RHI ini sebagai dukungan untuk para penderita tidak hanya kanker tapi masyarakat yang kedapatan yang penyembuhannya lama atau kronik. Masyarakat yang harus melakukan tindakan atau program seminggu dua minggu kalau tidak ada RHI atau rumah singgah pasti akan kesulitan. Sehingga RHI ini sangat meringankan beban penderita penyakit kronik terutama yang dari luar kota, ” ujar Hakam. (*)
Editor: Elly Amaliyah





