Gaya Hidup

Rilis Trailer Film Pengepungan di Bukit Duri, Berikut Hal Paling Menarik yang Perlu Kamu Tahu

×

Rilis Trailer Film Pengepungan di Bukit Duri, Berikut Hal Paling Menarik yang Perlu Kamu Tahu

Sebarkan artikel ini
film Pengepungan di Bukit Duri
film Pengepungan di Bukit Duri. (instagram/@joko anwar)

SEMARANG, beritajateng.tv – Film Pengepungan di Bukit Duri tidak hanya menghadirkan aksi yang menegangkan. Tetapi juga mengungkap dilema moral dan etika di tengah krisis sosial yang semakin memburuk.

Peran aktor dan aktris berbakat juga menjadi salah satu daya tarik utama dalam film ini. Namun selain itu, ada beberapa hal yang juga menjadi daya tarik dari film ini.

Simak berikut informasi lengkapnya seputar beberapa daya tarik dari film tersebut.

Daya Tarik Film Pengepungan di Bukit Duri

Di awal cerita, tokoh utama bernama Edwin menerima panggilan dari seseorang yang memintanya untuk mencari seseorang.

BACA JUGA:  4 Wisata Pulau Jawa Berikut ini Ternyata Sering Jadi Lokasi Syuting Film Horor

Ternyata, orang yang dimaksud adalah keponakan Edwin, karena saat mengunjungi saudarinya, perempuan itu meminta Edwin untuk mencari anak laki-lakinya.

Setelah mencari di hampir semua sekolah, akhirnya Edwin sampai di pencarian terakhirnya, yaitu SMA Duri.

Masalahnya, sekolah ini memiliki reputasi buruk sebagai tempat berkumpulnya anak-anak bermasalah dan bermental kriminal.

Mungkin kalian pernah melihat adegan di mana seorang siswa teraniaya. Nah, korban dalam adegan tersebut diduga adalah keponakan yang sedang dicari oleh Edwin.

Ternyata, siswa ini memiliki masalah di sekolahnya. Ia sepertinya terlibat konflik dengan salah satu murid paling jahat di SMA Duri, Jefri, yang bahkan sempat mengancam bahwa korban itu akan segera mati.

Kekejaman Jefri di sekolah tampaknya bukan hanya rumor. Ia terlihat pernah menculik seorang siswa dan membawanya ke dalam bagasi mobil.

BACA JUGA: Tayang di Bioskop April Mendatang! Begini Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri

Tidak jelas apa yang akan terjadi pada korban tersebut. Tak heran jika Edwin sempat mengatakan bahwa guru-guru lain pun takut padanya.

Masalah antara Edwin dan Jefri mencapai puncaknya ketika Jefri datang bersama gengnya yang membawa senjata berbahaya.

Menyadari ancaman tersebut, Edwin bersama keponakan dan rekannya segera menyadari bahwa nyawa mereka terancam jika tidak segera bertindak.

Dari sini, pertempuran berdarah pun pecah, memaksa Edwin untuk memilih jalan kekerasan demi keselamatan dirinya dan orang-orang yang ia cintai. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp